Alunan musik yang dihasilkan dari pukulan harmonis pada bambu mengalun merdu di gedung Robotika. Semangat, keras, dan lincah, ya, musik khas I Nyoman Windha tampil membuka pagelaran Konser Indonesia Raya, Rabu (10/11) malam.
Bersama 20 orang dan seperangkat perkusinya, I Nyoman Windha mengajak tiga ratus penikmat musik etnik turut hanyut dalam simfoni musikal tradisional Bali. Tak hanya dihibur dengan harmonisasi musik saja, tapi Windha juga diiringi dengan sepasang penari yang sukses membuat panggung malam itu megah dengan perpaduan antara tari tradisional dan modern.
Konser Indonesia Raya merupakan pagelaran budaya yang bertujuan mengenalkan budaya-budaya Indonesia yang justru tak banyak masyarakat Indonesia yang mengenalnya. “Konser ini bertujuan untuk menampilkan karya anak bangsa yang sudah terkenal di luat negeri tapi malah tidak dikenal di negeri sendiri,†ungkap Nur Ridho, Ketua Panitia Konser Indonesia Raya kepada ITS Online.
Tak hanya menghadirkan I Nyoman Windha saja, akan tetapi juga Ade Karang, pengusung musik progressive rock yang dikawinkan dengan etnik Bali. Dan juga musisi yang terkenal dengan 8 Finger Souch Style-nya, I Wayan Balawan, atau yang lebih populer dikenal dengan Balawan.
Malam itu, bersama gitar 2 neck-nya Balawan tampil dengan membawakan empat judul lagu. Musisi yang baru meluncurkan album ke empatnya ini membuat penonton kagum dengan gaya panggungnya yang khas dan suguhan degradasi musik yang unik antara jazz, etnik dan fusionnya.
“Nggak rugi keluar berapa duit, kalau nggak datang ke konser ini, saya nggak bakal tahu Indonesia punya karya seperti ini,†ungkap Surya Permana, salah satu pengunjung. Memang, tiket masuk konser ini relatif mahal. Yaitu antara 50 ribu hingga 200 ribu rupiah.(fz/bah)