"Wisuda ITS ke-99 memang cukup memuaskan dalam berbagai aspek. Mulai dari jumlah wisudawan sampai lulusan cumlaude meningkat cukup signifikan. Namun, hal itu harus diimbangi dengan pemanfaatan softskill dan hardskill yang didapat selama menimbah ilmu disini. Sehingga, alumni ITS nantinya dapat bermanfaat bagi pembangunan bangsa dan negara," hal inilah yang menjadi pesan dan kesan utama Rektor ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD dalam sambutannya.
Dalam wisuda ITS ke-99 ini tercatat 222 Wisudawan Cumlaude dari 3099 mahasiswa yang dinyatakan lulus (7,1%). Dilihat dari grafiknya, jumlah sekian memang sudah mengalami peningkatan di ITS. Namun, dibandingakan dengan jumlah lulusan sarjana Indonesia yang mencapai ratusan ribu tiap tahunnya, tentunya persaingan juga semakin ketat. Tantangan pun semakin berat. Ini mengapa saat ini ITS menekankan pentingnya kemampuan berwirausaha sehingga nantinya lulusan ITS mampu membuat peluang kerjanya sendiri.
Pada awal 2009, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia menyebutkan bahwa sebanyak 9,26 juta orang menganggur. Data ini belum termasuk dengan jumlah pengangguran yang masih terselubung. Dari jumlah tersebut, menurut DIKTI sebanyak 961.000 lulusan (10%) perguruan tinggi termasuk di dalamnya. Bahkan data lebih detail menyebutkan, tiap tahun minimal muncul 300.000 sarjana baru dan 20% diantaranya menganggur.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ITS membuat kurikulum 2009, yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan metode Student Center Learning (SCL). Hal ini diharapkan mampu mengakomodasi softskill dan hardskill mahasiswa secara seimbang dan holistik. Salah satunya adalah mengadakan Mata Kuliah Umum (MKU) Pengantar Technopreneurship dan diwajibkan bagi semua jurusan.
Technopreneurship sendiri merupakan pengetahuan berwirausaha yang berbasis IPTEK. ITS pun menjadikan mata kuliah pengantar technopreneurship sebagai salah satu strategi penting dalam membangun kemampuan technopreneur bagi mahasiswa. Dengan mata kuliah ini juga diharapkan technopreneur nantinya akan dijadikan pilihan pertama para lulusan ITS. Menurut Probo, Hal ini juga bisa digunakan untuk mengurangi jumlah pengangguran serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. (niv/ap)