Kaleidoskop ITS 2021 : Abdi ITS untuk Negeri

Published on
By

Kampus ITS, ITS News – Perjalanan penuh makna pada tahun 2021 sudah sampai di penghujung masa. Kini Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) siap kepakkan sayap menyambut lembaran baru tahun 2022. Kiprah ITS yang beragam menunjukkan eksistensinya yang semakin berjaya, tidak terkecuali abdinya bagi bangsa. Berikut kami rangkum rangkaian aksi nyata ITS bagi masyarakat dalam Kaleidoskop ITS 2021.

1. Bantu UMKM, Tim KKN ITS Inovasikan Alat Pengering Kerupuk Otomatis

Mengawali tahun 2021, tim KKN ITS berhasil membuat alat pengering kerupuk otomatis untuk meningkatkan produksi kerupuk ikan. Hal ini berawal dari keprihatinan terhadap tidak maksimalnya hasil produksi kerupuk ikan dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kerupuk Cumi di Desa Wringinputih, Muncar, Banyuwangi. Pengembangan alat ini ke depannya adalah dengan meningkatkan kendali sistem pengering yang jauh lebih cepat dan stabil. Selain itu, juga akan diimplementasikan teknologi internet of things (IoT) pada alat yang harganya dapat dijangkau oleh UMKM.

2. Abmas ITS Beri Hibah Multimedia Kepada Panti Asuhan

Tak henti menunjukkan perhatiannya bagi generasi penerus bangsa, Tim Abmas ITS memberikan hibah peralatan multimedia kepada Panti Asuhan Arif Rahman Hakim. Selain menyerahkan peralatan berupa monitor LED 32 inch serta laptop, tim juga mengadakan pelatihan Microsoft Powerpoint untuk mendukung kegiatan pembelajaran di sana. Pemberian hibah ini didasarkan pada kesulitan yang dialami panti dalam mengumumkan informasi kegiatan. Kedepannya diharapkan, hibah ini dapat dimanfaatkan oleh yayasan panti asuhan secara optimal, terutama dalam mengasah kemampuan multimedia anak asuh panti.

3. KKN Kebangsaan Sukses Bangun Dermaga Ekowisata Mangrove

Hutan Mangrove yang terdapat di Desa Kuala Lagan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi saat ini belum dikembangkan dengan tepat. Oleh karena itu, tim KKN Kebangsaan Posko 22 ITS berhasil memanfaatkannya dengan membangun dermaga ekowisata mangrove di lokasi tersebut. KKN Kebangsaan dan KKN bersama ini diikuti oleh mahasiswa yang berasal dari 43 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Dermaga pembangunannya telah selesai dan difungsikan sebagai tempat wisata bagi penduduk setempat untuk saat ini. Selain itu mereka juga membantu warga desa dalam menggencarkan promosi produk Coconut Cookies yang merupakan produk dari lokal desa tersebut.

4. ITS Kolaborasikan Tiga Desa sebagai Area Pengembangan Riset dan Abmas

Sebagai institusi yang menjunjung tinggi Tridharma perguruan tinggi, ITS berhasil mengembangkan tiga kawasan binaan menjadi area pengembangan riset dan pengabdian masyarakat (abmas) yang disebut Teaching Industry. Ini merupakan hasil kolaborasi antara tiga desa yaitu Desa Ngingas di Sidoarjo, Area Model Konservasi Edukasi (AMKE) di Batu, dan Desa Kebontunggul di Mojokerto. Ada tiga bidang keilmuan yang dikembangkan, yaitu bidang manufaktur pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ngingas, bidang herbal pada kawasan AMKE Batu, dan bidang pertanian cerdas (smart farming) dan ekonomi sirkular (circular economic) pada kawasan Kebontunggul Mojokerto. Gagasan ini dikemukakan Pusat Kajian Kebijakan Publik (PKKP) ITS bidang Bisnis dan Industri.

5. Edukasi Masyarakat, ITS Hadirkan Pelatihan Juru Sembelih Halal

Pusat Kajian Halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) guna mengedukasi masyarakat mengenai penyembelihan hewan secara halal. Pelatihan yang dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia ini, diharapkan dapat membantu para pelaku usaha dalam pengajuan sertifikasi halal. Harapannya. kegiatan ini mampu menjadi sarana meningkatkan kesadaran akan gaya hidup halal di masyarakat.

6. KKN ITS Bantu Temukan Sumber Air untuk Bojonegoro

ITS tunjukkan kepeduliannya pada kasus kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Beberapa desa di kabupaten tersebut seperti Desa Jumok dan Desa Nganti masih sulit mendapatkan air bersih. Oleh karena itu, 30 mahasiswa ITS KKN guna menemukan sumber air untuk pembuatan sumur wakaf. Kekeringan yang terjadi ini diakibatkan oleh kemarau yang panjang serta keberadaan sumur air tanah yang minim. Dalam hal ini, tim KKN ini mencari titik-titik sumber air tanah yang ada di kedua desa tersebut dan mencari kedalaman yang efektif bagi sebuah sumur menggunakan metode geolistrik.

7. ITS Tingkatkan Nilai Jual IKM Lewat Desain Visual Kemasan dengan Kearifan Lokal

Laboratorium Media Kreatif Digital Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS  merancangkan desain visual kemasan dengan mengusung kearifan lokal terhadap suatu produk IKM di Jombang bernama Si Bonggi. Si Bonggi merupakan salah satu produk industri kecil menengah (IKM) berupa makanan kemasan oleh Kelompok Wanita Mandiri Balongsari yang dibentuk dari program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat oleh ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto. Keluaran yang dihasilkan ialah berupa desain representatif dengan tema budaya dan kearifan lokal Jombang. Hal ini dimaksudkan agar kemasan tersebut mampu mencerminkan dan mempresentasikan keunggulan produk keripik bonggol pisang sebagai oleh-oleh khas Jombang.

8. ITS – DUDI Berhasil Ciptakan Drone Logistik Antarpulau

ITS bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yakni Beehive Drones dan Tinc (Telkomsel Innovation Center) telah melakukan uji coba operasional pesawat tanpa awak (drone) untuk pengiriman kebutuhan medis antarpulau dan daerah terpencil di Kabupaten Sumenep. Drone adalah jawaban praktis atas permasalahan last-mile delivery dalam dunia distribusi logistik. Drone logistik medis ini dapat terbang dengan kecepatan 70-100 kilometer per jam. Sementara itu, drone ini memiliki jarak terbang sampai 50 kilometer sekaligus membawa beban dengan berat maksimum 2 kilogram.

9. Abmas ITS Ciptakan Alat Pengering Padi Portabel

Tim Abmas ITS ciptakan alat penggiling sekaligus pengering padi portabel untuk para petani di Desa Kembiritan, Kabupaten Banyuwangi. Dengan adanya alat ini, petani daerah setempat memiliki alternatif metode pengeringan padi selain mengandalkan sinar matahari seperti sebelumnya. Alat penggiling dan pengering padi ini dinilai lebih unggul dibandingkan alat pengering padi pada umumnya. Sebab, alat tersebut dilengkapi dengan pemanas elektrik dan thermocontrol guna mengatur suhu pada alat. Desain alat mengusung konsep portabel sehingga mudah, efektif, dan praktis saat digunakan. Untuk itu, alat dirancang menyerupai gerobak lengkap dengan roda dan pegangan pendorongnya.

 

Salam

Tim Redaksi ITS Online

×