MoU ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kerjasama yang sudah terjalin selama ini antara PT SI dan FTK terutama di bidang Jasa Inspeksi, Survey dan Konsultasi untuk teknologi Lepas Pantai (Offshore Engineering) dan peningkatan sumber daya manusia.
Beberapa rencana ke depan yang mungkin direalisasikan adalah pemanfaatan fasilitas laboratorium uji yang ada di FTK. ’’Baik di Jurusan Perkapalan Sistem maupun Kelautan untuk mendukung pekerjaan di PT SI,’’terang Djauhar.
Selain itu, MoU ini juga akan diwujudkan dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang dapat dilakukan di FKT ITS untuk staf PT SI maupun umum.
Dalam kesempatan ini, Djauhar menyampaikan bahwa MoU ini merupakan salah satu bentuk pengejawantahan Tri Darma Perguruan Tinggi. ’’Ini merupakan salah satu bentuk pengakuan terhadap fasilitas dan tenaga ahli FTK,’’ paparnya. FTK ITS diakui mumpuni di bidang teknologi inspeksi, survey dan rekayasa peralatan dan instalasi minyak dan gas bumi di lepas pantai (offshore engineering, red).
Sementara itu, pihak SI mengharapkan adanya kerjasama yang lebih meningkat dalam pelatihan-pelatihan untuk inspector, surveyor di bidang kelautan dan teknologi lepas pantai. ’’Dengan fasilitas laboratorium dan instruktur yang ada, FTK mampu menyelenggarakan pelatihan-pelatihan tersebut untuk staf PT SI,’’ujar Ibrahim optimis.
Ibrahim menambahkan, PT SI berminat untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan jasa inspeksi dan survey. ’’Tentunya bekerjasama dengan ITS,’’lanjutnya.
Ibrahim berharap dukungan MoU ini dapat memperluas spektrum pekerjaan PT SI. Terutama di bidang bangunan lepas pantai yang mendukung industry Minyak dan Gas di Indonesia. ’’Apalagi belum banyak pelaku nasional yang berkecimpung di bidang ini,’’pungkasnya.
Serah terima dokumen MoU antara Dekan FTK Ir Djauhar Manfaat MSc PhD dan Sekretaris Perusahaan PT SI Ibrahim Gause disaksikanoleh Ketua Jurusan Teknik Kelautan, Ir Murdjito MScEng, Negari Karunia ST, Staff PT SI alumni FTK, dan Ir Bambang Triantono Kepala Cabang PT SI Jawa Timur. (Humas/asa)