ITS di Mata Mereka: Andil ITS dalam Pengembangan Riset dan Pendidikan Unram

Published on
By
Universitas Mataram (source: unram.ac.id)

Kampus ITS, ITS News Meski terpisah sejauh kurang lebih 569 kilometer, Universitas Mataram (Unram) memandang Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) lebih dari sekedar mitra perguruan tinggi. Pasalnya, ITS memiliki beberapa andil dalam sejarah panjang pengembangan dan riset Unram. Sampai saat ini, keduanya tetap erat bergandengan tangan dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.

Dikatakan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Sistem Informasi Unram, Yusron Saadi ST MSc PhD, jalinan kerja sama antara ITS dan Unram bermula sejak sejak 27 September 1995. Kala itu, ITS menjadi koordinator Program Peningkatan Sebelas Lembaga Pendidikan Tinggi (PPSLPT). “Saya mewakili Unram ikut kegiatan tersebut, sehingga saya pribadi mempunyai ikatan dan kedekatan emosional yang kuat dengan akademisi dari ITS,” akunya.

Jalinan kerja sama tersebut diakui Yusron, sapaan akrabnya, terus bergulir sampai hari ini. Terlebih pada 2012, ITS dan Unram bergabung dalam Eastern Part of Indonesia University Network (EPI-UNET), sebuah konsorsium perguruan tinggi di Indonesia bagian timur. “Sebagai pembina di perhimpunan tersebut, ITS banyak membantu riset Unram,” jelasnya.

Misalnya, Yusron mengungkapkan bahwa pada 2013, Unram kesempatan terlibat dalam Project of Research and Education Development of Information and Communication Technology at ITS (PREDICT-ITS). Sesuai namanya, Yusron mengaku program ini berimbas pada peningkatan kapasitas dan kualitas pembelajaran di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Unram. 

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Sistem Informasi Unram, Yusron Saadi ST MSc PhD.

Tidak hanya itu, September lalu Unram menerima hibah dari ITS berupa Automatic Identification System Institut Teknologi Sepuluh Nopember (AISITS). AISITS atau Sistem Identifikasi Otomatis adalah sebuah sistem pelacakan otomatis yang digunakan pada kapal dan dengan pelayanan lalu lintas kapal untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal. 

Secara khusus, Yusron melihat bahwa hibah AISITS menjadi salah satu titik tolak penting dalam meningkatkan kualitas kerja sama riset. Menurutnya, riset ini akan berdampak tidak hanya untuk kedua pihak perguruan tinggi. “Riset ini juga bermanfaat untuk masyarakat luas, khususnya di ranah keselamatan transportasi laut,” tambah dosen lulusan pendidikan doktoral di University of Sheffield, UK.

Di sisi lain, dosen yang juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik (FT) Unram periode 2013-2017 ini menyebutkan bahwa kontribusi ITS untuk Unram juga terjalin sampai tingkat fakultas. “Sebelum saya menjabat, dekan FT Unram adalah dosen Teknik Elektro ITS, Prof Ir Hadi Sutrisno (alm). Beliau menjabat selama dua periode,” kenangnya.

Dosen Elektro FT Unram, Dr rer nat Teti Zubaidah ST MT.

Melengkapi keterangan Yusron, salah satu dosen Teknik Elektro FT Unram, Dr rer nat Teti Zubaidah ST MT, mengungkapkan bahwa ITS banyak membantu terbentuknya FT Unram di tahun 1996. Dikatakan olehnya, FT Unram sempat menggunakan kurikulum ITS sebagai acuan di awal pembentukan. “Bahkan, ITS juga mempersilahkan kami menggunakan laboratoriumnya sebab laboratorium kami baru tersedia pada tahun 2000,” jelasnya.

Dosen yang akrab disapa Teti ini mengaku, ITS banyak membantu riset bidang geomagnetika Unram dalam kurun waktu dua tahun sejak 2005. Menurutnya, ITS sangat membantu dalam memberikan pelatihan survey lapangan, pemetaan hasil survey, hingga interpretasi hasilnya sesuai dengan keadaan geologi setempat.

Sebab, perempuan ini merasa bahwa sepuluh tahun setelah pembinaan tersebut, riset bidang geomagnetika FT Unram telah jauh berkembang. “Mulanya, kami belum memiliki alat dan pengalaman. Saat ini telah terbangun observatorium magnetik dan Pusat Unggulan Iptek Geomagnetik di sini,” imbuhnya.

Ucapan selamat dan harapan

Bagi Yusron dan Teti, keberadaan ITS lebih dari sekedar mitra antar perguruan tinggi. Terkhusus Yusron, ia meyakini peristiwa-peristiwa yang ia ceritakan adalah bukti kelanggengan jalinan pertemanan Unram dan ITS. Di samping itu, menurutnya kolaborasi adalah sebuah niscaya dalam upaya peningkatan kapasitas perguruan tinggi. “Dengan berkolaborasi, saya juga yakin akan banyak dampak positif yang dirasakan masing-masing pihak,” tambahnya.

Senada dengan tema Dies natalis ITS ke-60, yaitu Technology for Prosperity, Yusron pun menaruh harapan yang besar agar ITS tidak hanya fokus pada reputasi internasional, tetapi juga tetap menebar teladan dan manfaat pada lingkungan sekitar. Tak lupa, ia juga memberikan selamat atas peringatan Dies Natalis ITS ke-60. “Jaya selalu untuk ITS!” ucapnya bersemangat. (qaf/fat)

Potret Gedung Rektorat Universitas Mataram (Unram).
×