Gedung yang diharapkan selesai dalam waktu enam bulan ke depan itu senilai Rp 13,9 miliar termasuk gedung dan isinya, berlantai dua dengan luas 2.200 meter persegi. Penunjukkan ITS dijadikan sebagai NASDEC sudah dilakukan setahun lalu, melalui MoU yang telah ditandatangani pada April 2006 lalu, antara Menperin Fahmi Idris dan Rektor ITS sebelumnya, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA.
Dalam acara ini, Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang direncakan meresmikan peletakan batu pertama berhalangan hadir. Ia diwakili oleh Dr Budi Darmadi, Direktur Jendral Industri Alat Transportasi dan Telematika. Selain pelatakkan batu pertama, dilakukan pula penandatanganan kerjasama antara Pertamina dengan NASDEC berkait dengan pemesanan desain tiga kapal tangker milik Pertamina.
Dikatakan Subagio, Koordinator Pembangunan Kapal PT Pertamina, ia memang kini sedang menyiapkan beberapa armada tanker untuk transportasi pengangkutan BBM. “Tiga kapal yang dipesan ini masing-masing berbobot 17.500 DWT (berat mati dalam ton, red) sebanyak dua buah dan satu buah berbobot 30.000 DWT,” katanya.
Ada beberapa hal kenapa ITS dipercaya untuk menjalankan dan mengelola NASDEC. Dr Budi Darmadi yang mewakili Menteri Perindustrian Fahmi Idris, mengungkapkan, sedikitnya ada beberapa kriteria kenapa ITS ditunjuk untuk menjadi NASDEC. Pertama, lokasi ITS tidak terlalu jauh dengan pelabuhan besar. ITS juga memiliki jurusan perkapalan, dan ITS diakui dalam penguasaan bidang ilmunya.
Tak hanya memotori proyek NASDEC, gedung NASDEC itu sendiri pun berlokasi di ITS. Tepatnya di jurusan Teknik Perkapalan ITS. Upacara peletakan batu pertama gedung NASDEC itu sendiri bersamaan dengan penandatanganan kontrak desain kapal tanker antara NASDEC dengan PT Dok Koja Bahari dan PT Dok dan Perkapalan Surabaya.
Meski dipilih menjadi tempat berdirinya gedung NASDEC, ITS tidak menanggung biaya pembangunan gedung tersebut. Semua investasi pembangunan berasal dari pihak pemerintah. "Di sini kita hanya menyediakan fasilitas tanah, listrik, dan tenaga ahli. Adapun untuk investasinya semua besal dari pemerintah dan pembangunan ditargetkan selesai dalam enam bulan," tutur Dr Ir Wasis Dwi Aryaman MSc, sekretaris pengelola NASDEC yang juga dosen ITS.
Diungkapkan oleh Wasis, NASDEC saat ini melayani kapal pesanan, tapi menjadi sebuah keniscayaan ke depannya ITS juga mengembangkan berbagai marine product lainnya. "Dari proyek kapal tanker ini, maka dengan adanya fasilitas gedung NASDEC kita juga akan merencanakan pengembangan berbagai alat apung dan marine product. Bahkan kita saat ini juga tengah mengembangkan kapal patroli militer," jelasnya.
Dengan dibangunnya gedung NASDEC beserta fasilitas penelitian yang ada, Wasis berharap dukungan pemerintah untuk proyek NASDEC tak hanya berhenti sampai di sini. "Memang di sini kita harus belajar mandiri. Tapi dukungan pemerintah juga tetap diperlukan seperti dari segi financial maupun policy," ungkap dosen Teknik Perkapalan ITS ini.
Jamin Kualitas dan Mutu
Lebih lanjut, menyinggung tentang mutu kapal yang dihasilkan Wasis optimis bahwa kualitas kapal yang dikembangkan NASDEC tak akan kalah dengan kapal-kapal buatan luar negeri. "Merupakan tantangan bagi kita untuk bersaingan dalam skala internasional. Masih awal memang, tapi kami yakin bahwa produk kita tak akan kalah jika dibandingkan dengan produk luar negeri. Selain itu ini juga merupakan kesempatan bagi ITS untuk membuktikan kemampuannya dipentas internasional, secara tidak langsung," terang Wasis.
Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD mengatakan, NASDEC diharapkan dapat mengintegrasikan pemakaian fasilitas yang telah dimiliki untuk usaha pengembangan produk kapal unggulan dan diikuti dengan usaha pemasaran yang efektif, mengarahkan kegiatan penelitian-pengembangan dan SDM yang ada untuk pengembangan produk unggulan, mengoptimalkan pemakaian software-hardware yang dimiliki secara nasional untuk usaha-usaha pengembangan produk unggulan.
“Selain itu dapat mengadopsi teknologi produksi modern untuk meningkatkan kualitas desain produk yang dihasilkan secara lebih efektif, serta mengarahkan pengembangan lembaga pendidikan yang berkaitan dengan teknologi kelautan agar dapat mendukung usaha pengembangan produk unggulan,” ungkap rektor yang baru dilantik April lalu ini. (Humas/f@y/rif)