Tim KKNT ITS Bantu Pendidikan di Desa Samatan

Published on
By
Proses Koordinasi kepada pihak SD Negeri Samatan satu bersama Kepala Desa Samatan

Kampus ITS, ITS News – Di masa pandemi Covid-19, pendidikan adalah salah satu sektor yang mengalami perubahan sistem dari luring menjadi daring. Perubahan ini menyebabkan berbagai permasalahan. Hal itu membawa mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang tergabung dalam Kelompok 28 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Covid-19 untuk membantu pendidikan di Desa Samatan

Mohammad Nabriz Zurqoni, mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) angkatan 2018 selaku ketua kelompok 28 KKNT mengungkapkan, pemilihan lokasi Desa Sematan bukan tanpa sebab, melainkan hasil survei dan diskusi kelompok mengenai kondisi eksisting desa ini. “Desa Sematan adalah salah satu desa yang sangat membutuhkan bantuan mahasiswa agar pendidikan dapat berjalan dengan lancar, ” ungkapnya.

Desa Sematan sendiri terletak di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan di Pulau Madura. Pria yang akrab disapa Nabriz menyebutkan, masyarakat di desa ini masih menunjukkan kurangnya kesadaran akan aspek pendidikan. ”Ditambah lagi adanya sistem pembelajaran metode daring yang menyebabkan banyak kesulitan seperti masalah jaringan,” lanjut Nabriz.

Pelaksanaan pendampingan pembelajaran di SD Negeri Samatan satu dengan memerhatikan protokol kesehatan

Nabriz melanjutkan, Dari permasalahan yang terjadi tersebut, kami mengusung program pendampingan untuk membantu menjelaskan materi-materi yang kurang begitu dipahami siswa tingkat sekolah dasar (SD). “Untuk targetnya kami berfokus pada siswa SD Negeri Samatan satu yang merupakan rekomendasi dari perangkat Desa Samatan,” terang mahasiswa yang menjadi pemandu di Fakultas Vokasi ini.

Kepada ITS Online, Nabriz menjelaskan pelaksanaan program pendampingan dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam seminggu yang berlangsung selama tiga minggu di SD Negeri Samatan satu. Dalam pelaksanaan pendampingan, kelompok 28 ini tetap menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan jaga jarak. “Setiap hari kami membimbing satu kelas saja,” paparnya.

Satu kelas tersebut rata – rata terdiri dari 30 siswa. Namun, lanjut Nabriz, kelompok 28 KKNT berinisiatif untuk membagi 30 siswa tersebut menjadi sepuluh siswa per kelas. Pembagian ini didasarkan luas ruang kelas yang ada sehingga dapat mematuhi aspek protokol kesehatan. “Jam sekolahnya pun hanya terbatas tiga jam dari pukul tujuh hingga sepuluh pagi,” sahutnya.

Nabriz menjelaskan, program lain yang ditawarkan kelompok 28 KKNT ITS adalah penyebaran konten mengenai Covid-19, baik secara daring maupun luring. Untuk kegiatan daring dilakukan dengan menyebarkan konten infografis dan video ke media sosial. “Kami juga mengirimkan konten tersebut secara langsung ke perangkat desa melalui aplikasi Whatsapp dan konten tersebut dapat dibagikan juga ke masyarakat luas,” imbuhnya.

Sedangkan untuk penyebaran konten mengenai Covid-19 secara luring dilakukan pada saat pendampingan siswa SD Negeri Samatan satu. Sehingga pada saat pendampingan, siswa tidak hanya diajarkan mengenai pembelajaran sekolah, tetapi juga diperkaya dengan pengetahuan tentang Covid-19. “Kami juga mengajari cara mencuci tangan dengan baik dan pemakaian masker yang benar,” jelasnya.

Pelatihan perangkat daerah di Desa Samatan oleh kelompok 28 KKNT ITS

Program terakhir yang diusung oleh kelompok 28 KKNT ITS adalah program pelatihan kepada perangkat desa mengenai fitur-fitur yang dapat memudahkan penghimpunan data tingkat desa. “Pada program ini kami menjelaskan cara kerja dari Google Drive dan Google Form untuk keperluan penghimpunan data tingkat desa. Selain itu kami juga menyempatkan untuk memberi edukasi mengenai aplikasi inaRISK,” ucap Nabriz.

Meskipun terhalang oleh keadaan pandemi dan lokasi KKNT yang cukup jauh dari kediaman masing-masing anggota, Nabriz mengungkapkan rasa syukurnya karena program dapat berjalan lancar dan disambut baik oleh masyarakat Desa Samatan.”Saya berharap kontribusi kecil dari kelompok 28 KKNT ITS mampu membawa dampak baik bagi masyarakat Desa Samatan,” pungkasnya. (ram/qin)

×