SENAKI Hadirkan Dua Pembicara Malaysia

Published on
By

Seminar Nasional VIII kali ini tampak sangat menarik. Dengan dihadirkan pembicara ahli asal Malaysia, Prof Madya Dr Taufiq Yap Yun Hin (University Putra Malaysia) dan Dato’ Prof Dr Muhammad Idris Saleh (Universiti Sains Malaysia) mampu menarik perhatian sekitar 71 peserta yang terdiri dari akademisi dan peneliti yang hadie dalam seminar tahunan ini.

Dengan dialeg khas Malaysia, Prof Madya Dr Taufiq Yap Yun Hin mencoba menjelaskan mengenai proses biokatalis. Pada penelitiannya ini, berguna untuk diaplikasikan dalam industru pangan, salah satunya untuk pelarut. ”Jadi di dalem proses ini harus diperhitungkan temperatur,” kata Taufiq sambil menunjukkan pada layar presentasi.

Tak hanya Dua Pembicara Asal Malaysia tersebut, Prof Dr Ir Ali Khomsan MS, ahli gizi asal Intitut Pertanian Bogor (IPB) ini juga turut menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional Kimia VIII. Pada kesempatan ini, beliau mempresentasikan masalah gizi dan double burden.

”Keseimbangan gizi menjadi masalah penting, bila kelebihan maupun kekurangan dapat menimbulkan dampak jelek, untuk itu perlunya menjaga pola makan seimbang,” jelas Ali.

Selain presentasi dari tiga pembicara utama, acara ini juga dilanjutkan dengan seminar paralel yang diikuti oleh 32 pemakala yang terdiri dari peneliti individu, Badan Penerapan dan Pengembangan Teknologi (BPPT), dosen, mahasiswa Pascasarjana dan mahasiswa S1. Seminar paralel ini dibagi berdasarkan abstraksi dan dikelompokkan menurut bidang ilmu kimia antara lain, kimia organik, kimia anorganik, kimia analitik dan biokimia.

Berbeda dengan sebelumnya, Seminar Nasional Kimia VIII ini tidak dibatasi dengan tema tertentu. Semua hasil penelitian dalam bidang kimia dapat dipresentasikan oleh para peserta. Hal ini mempertimbangkan agar seluruh penelitian dapat terakomodir dan dijadikan bahan untuk pembangunan di bidang industri.

“Kita sengaja tidak membatasi tema khusus, melihat seluruh hasil penelitian atau wacana tentang kimia agar dapat terakomodir dan diharapkan dapat memberikan kontribusi baik kepada pemerintah dan bidang industri,” ungkap Dr Nurul Lailana Soeida Soeid selaku ketua panitia.

Jembatani Pembangunan Sektor Industri
Tak sekedar terhenti dalam sebuah pembicaraan. Seluruh hasil penelitian yang terkumpul dalam Seminar Nasional Kimia VIII ini akan dijadikan bahan untuk memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah dan pembangunan sektor industri.

“Nantinya, hasil penelitian atau wacana dalam seminar nasional ini tidak hanya terhenti sampai sekedar pembicaraan saja, yaitu bisa menjadi jembatan antara peneliti, akademisi dengan pemerintahan, khususnya sektor industri,” tambah Nurul.

Saat ini, Panitia Seminar Nasional Kimia VIII telah menjalin kerjasama dengan dua perusahaan yang memiliki basic ilmu Kimia yaitu, UD Kalian asal Bekasi dan pabrik garam fortifikasi yodium. ”Kami yaitu rekan dari ITS, telah menggagas masalah ini dengan Dr Komari selaku dinas kesehatan Bogor,” tutur Nurul.(han/rif)

×