Poster-poster yang ditampilkan didesain oleh pihak CCCL dengan data dan riset dari Departemen Kelautan dan Perikanan. Pameran ini mengetengahkan sedikitnya 15 poster yang berkait dengan aktivitas manusia dan ikan. Perpaduan warna yang minimalis dan foto-foto yang artistik menjadikan teks yang memenuhi poster menjadi lebih menarik untuk dibaca. Terlebih lagi desain rungan pameran yang dibiarkan terbuka menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa yang melintasi BAAK untuk datang melepaskan rasa ingin tahu. Desain ruangan juga terlihat menarik dengan adanya hiasan batu koral dan beberapa tumbuhan di areal pameran.
Poster-poster ini bercerita mengenai tradisi perikanan di Indonesia. Perbandingan antara nelayan tradisional dan nelayan modern, juga tentang penangkapan ikan yang berakibat terjadinya over fishing. Poster lain bercerita mengenai pencemaran yang terjadi dan mengancam kehidupan biota laut termasuk ikan.
Pembantu Rektor III ITS, Dr Ir Achmad Jazidie M.Eng dalam sambutan pembukannya mengatakan, pameran poster ini dapat mengingatkan kita akan pentingnya ikan bagi kehidupan manusia. “Selama ini kita memang belum begitu peduli tentang betapa penting dan tingginya nilai gizi ikan, sehingga ikan lebih banyak dikonsumsi oleh negara asing” katanya. Melalui pameran ini, kata Jazidie menambahkan, diharapkan kita tidak hanya akan bisa lebih peduli dengan ikan dan kandungan gizinya, tapi juga dapat mengetahui bagaimana ikan dapat dibudidayakan, ditangkap dan diproses.
Arnold, salah satu mahasiswa jurusan Biologi yang bertugas jaga di hari pertama mengatakan bahwa acara ini diadakan untuk menyambut hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni. Pameran yang turut didukung lembaga riset Perancis, IRD, ini juga menghadirkan macam-macam biota laut yang telah diawetkan. Biota-biota laut kering ini merupakan koleksi dari jurusan Biologi ITS sendiri.
Tampak di sudut lain ruang pameran dipajang poster berbagai varian ikan hiu yang terdapat di perairan Indonesia. Poster ikan hiu ini merupakan hasil riset dari Departemen Kelautan dan Perikanan Indonesia. Uniknya, dalam poster ini diberikan sebutan daerah untuk macam hiu endemik di tiap daerah. tidak kurang dari puluhan jenis hiu yang ditampilkan dalam poster berukuran A1 itu.
Pada hari terakhir, pameran ini dihadiri oleh dua pembicara asing di seminar Ikan dan Manusia, Lionel Letessier dan Michel Larue. Pada penutupannya, pameran Ikan dan Manusia ini di tutup oleh perwakilan CCCL yang hadir. (ap/rif)