Setelah mengalami beberapa hambatan dalam perhitungan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jumat (15/5) kemarin secara resmi mengadakan perhitungan suara. Perhitungan yang dihadiri kandidat, tim sukses kandidat, Legislatif Mahasiswa, serta beberapa keluarga mahasiswa ITS ini akhirnya memutuskan Detak Yan Pratama sebagai peraih suara terbanyak dalam Pemira tahun ini.
Namun dalam perhitungan suara tersebut, Detak belum secara resmi disahkan menjadi Presiden BEM ITS. "Hari ini kami hanya melakukan perhitungan suara saja, belum sampai pengesahan kandidat yang memenangkan Pemira. Pengesahan kandidat masih menunggu keputusan Presiden BEM periode yang lalu," ujar Aris Prasetyo, ketua KPU.
Dalam perhitungan suara tersebut, Azruldin Azis memeperoleh 556 suara, Detak Yan Pratama 2493 suara, Dhirayanti 164 suara, Nuchan 498 suara. Sementara suara tidak sah berjumlah 1719 suara, dan abstain 92 suara. "Dua calon tidak ikut dalam perhitungan suara, Danang Rakatungga kami diskualifikasi, dan Rio Muhammad mengundurkan diri," ungkap Aris.
Sementara itu perhitungan suara untuk anggota Legislatif Mahasiswa malam itu tak jadi dilaksanakan. "Jumat malam itu kami tidak bisa meneruskan sampai perhitungan suara untuk anggota LM karena waktunya memang sudah tak mencukupi, namun kami sudah memiliki rekap surat suara dari setiap distrik tempat pemilu di ITS. Jadi kami tinggal jumlahkan saja, sampai saat ini ada 16 kandidat yang memperoleh lebih dari 30 persen suara dari asal distriknya, artinya mereka dianggap memperoleh dukungan dari distriknya," ujar Aris.
Setelah proses perhitungan suara tersebut, Aris mengaku lega karena tahapan-tahapan Pemira sudah hampir selesai. "Alkhamdulillah Mas, tugas saya hampir selesai. Kami kini tinggal mempersiapkan pengesahan calon Presiden BEM, semoga semua bisa berjalan lancar," pungkas Pras.