
Kampus ITS, ITS News — Menyongsong visinya menjadi Entrepreneurial University pada 2030, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak henti-hentinya berupaya meningkatkan keterampilan wirausaha mahasiswanya. Kali ini melalui kuliah tamu teknopreneur, Departemen Studi Pembangunan mengajak mahasiswa ITS untuk berani memulai usaha, Sabtu (5/10) lalu.
Gelaran yang mengangkat tema Tantangan Teknopreneur dalam Mengangkat Sumber Daya Alam Nusantara untuk Kejayaan Indonesia ini menghadirkan I Putu Eka Suryawan, pendiri sekaligus pemilik PT Varash Saddan Nusantara. Melalui perusahaan obat tradisional tersebut, pria yang akrab disapa Bli Putu ini sukses mengembangkan produk-produk berbasis kearifan lokal.
Di hadapan lebih dari 300 mahasiswa, pria asal Denpasar ini mengutarakan bahwa tidak perlu khawatir akan kehabisan ide dan inovasi untuk memulai suatu usaha. Sumber daya alam di Indonesia sangatlah melimpah, dan menurutnya, masih banyak yang luput dari perhatian. “Masih banyak yang bisa dieksplor, kalian (mahasiswa, red) tidak akan kehilangan ide,” ungkapnya memberi semangat.
Berangkat dari pengalamannya membangun bisnis, Putu menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan sebuah ide bisnis memang sangatlah banyak. Menurutnya, tantangan terberat dalam merealisasikan sebuah ide menjadi usaha adalah mengubah pola pikir. “Karena pola pikir akan berpengaruh pada hal lainnya,” tandasnya.
Tak hanya mengubah pola pikir, masalah permodalan juga menjadi tantangan bagi para perintis usaha. Putu berpendapat bahwa ketika kita mulai merintis sebuah usaha, modal menjadi perhatian khusus. “Memang susah mencari modal, nanti kalau sudah dapat, ada ketakutan tidak balik modal,” tuturnya menambahkan.
Karena tantangan di atas, yang diperlukan oleh para perintis usaha adalah niat dan ketekunan yang juga didukung dengan mental yang kuat. Hal tersebut menjadi sangat penting mengingat proses panjang yang harus dilalui jika ingin menjadi pengusaha sukses. “Yang nantinya sukses adalah orang yang berani,” tegasnya.
Putu juga memberi saran kepada mahasiswa untuk mencoba mendirikan usaha di usia muda. Karena banyak keuntungan yang akan didapat seperti kesempatan untuk melatih diri dan menjadi lebih fokus pada bisnis yang dijalankan. “Karena kalau sudah tua, lebih banyak lagi beban yang akan ditanggung, lebih rumit lagi jika harus mengurusi usaha,” terang pria yang merintis usaha sejak 2016 ini.
Melalui Varash, pria yang pernah tinggal di Surabaya ini juga mengembangkan ekonomi kerakyatan. Ia berusaha untuk menggerakkan para petani rempah dan membantu menyejahterakan masyarakat kecil. Menurutnya, di sinilah peluang yang bisa diambil mahasiswa, turut mengembangkan perekonomian dan membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) tumbuh. “UKM tumbuh, Indonesia akan kuat, apalagi dibantu dengan teknologi,” ujarnya.

Menyinggung masalah teknologi dalam pengembangan ide bisnis, ITS juga menghadirkan Vice President Sorabel, fashion e-commerce terbesar di Asia Tenggara, Ghufron Mustaqim sebagai narasumber. Berkecimpung di bidang e-commerce membuatnya menaruh perhatian khusus terhadap perkembangan teknologi. Kedatangannya ke ITS kali ini bersama dengan SDY Labs, salah satu platform pengembang startup e-commerce di Indonesia.
Pria asal Yogyakarta ini berpendapat bahwa kekurangan yang ada pada para mahasiswa di Indonesia terletak pada keberanian untuk mulai mewujudkan ide. Menurutnya, mahasiswa Indonesia sudah mampu memproduksi dan menguasai keterampilan untuk mewujudkannya. “Ide itu gratis, eksekusinya yang susah,” ucapnya.
Ghufron, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa sebuah negara akan maju apabila ilmuwan dan insinyurnya turun langsung. Ia memberikan motivasi dan semangat kepada mahasiswa ITS untuk berani memulai aksi nyata. “Ayo dimulai sekarang juga, ide tidak akan berarti jika tidak dieksekusi,” tuturnya.
Tak sekadar memberi motivasi, kedatangannya ke ITS kali ini sekaligus untuk menjaring mahasiswa-mahasiswa yang memiliki ide bisnis cemerlang dan akan segera diwujudkan. Bersama dengan rekannya di SDY Labs, Satia Pradana, ia mengajak 30 mahasiswa ITS untuk berdiskusi lebih lanjut dan mengikuti bootcamp yang akan diselenggarakan pada November nanti. (yus/id)
