EBC, Asah Kemampuan Bahasa Inggris Lewat Proyek Sosial

Published on
By
Permainan Interaktif dengan siswa di Aula SD Klampis Ngasem 1 Surabaya

Kampus ITS, ITS News – Enam belas mahasiswa Soka University bersama beberapa mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melakukan visitasi ke SD Klampis Ngasem 1 Surabaya. Salah satu rangkaian kegiatan English Boot Camp (EBC) ini dilakukan dengan membuat percobaan sains tingkat dasar bersama para siswa, Sabtu (2/3).

EBC sendiri merupakan program kerja sama antara ITS dan Soka University yang bergerak dalam pengembangan kemampuan bahasa inggris mahasiswa yang telah berlangsung semenjak Senin, 25 Februari 2019 lalu. Tahun ini merupakan kali pertama diadakannya EBC. “Setelah dua tahun pengajuan kerjasama, akhirnya Soka University menyetujui dan kami membuat program ini,” tutur Dr Maria Anityasari ST MEng PhD, direktur Hubungan Internasional ITS.

Bagi Maria, saat ini, menguasai Bahasa Inggris bukanlah sesuatu yang hebat dan mewah lagi, melainkan sebuah kewajiban. Dosen Departemen Teknik Industri ini menyampaikan bahwa bahasa inggris merupakan alat komunikasi kepada dunia internasional sehingga merupakan kewajiban untuk menguasainya.

“Dalam EBC ini peserta mendapatkan kelas bahasa inggris, pengenalan budaya Indonesia melalui Unit Kegiatan Mahasiswa ITS, kunjungan ke berbagai sentra budaya di Surabaya, dan proyek sosial agar peserta bisa mengetahui kondisi riil di Indonesia seutuhnya,” ujar Maria. Proyek sosial pada EBC kali ini berupa pembuatan percobaan sains yang diberi nama Fun Science Project dengan siswa di SD Klampis Ngasem 1 Surabaya.

Pembukaan oleh Kepala SD Klampis Ngasem 1

Sasaran dari kunjungan ini adalah siswa kelas empat dan lima. Agenda yang dilakukan pada pertemuan kali ini ialah perkenalan, materi percobaan sains, dan permainan interaktif yang diadakan di ruang kelas dan aula. Para mahasiswa Soka University didampingi mahasiswa ITS menjelaskan proyek sains pada anak-anak. Contoh proyek sains yang akan dikerjakan adalah telepon tali dari kaleng, percobaan dengan balon, warna, wujud benda, dan sebagainya.

Salah satu peserta EBC, Urara Kurosawa menyampaikan kegembiraannya menjalani proyek sosial ini. Umpan balik yang diberikan oleh siswa SD Indonesia ia rasa lebih responsif daripada siswa di Jepang. Hal itu membuatnya sangat antusias pada kegiatan ini.

Kebahagiaan itu juga dirasakan Kepala SD Klampis Ngasem 1, Rini Wulandari SPd MM. Ia menyatakan bahwa sebelumnya sudah banyak kunjungan pembelajaran, namun baru kali ini pengajaran tentang sains dibalut bahasa inggris. “Pentingnya bahasa inggris di masa sekarang menuntut kita belajar bahasa inggris sejak dini. Dengan EBC ini saya harap kemampuan bahasa inggris peserta EBC dari ITS dan Soka University bisa semakin baik dan dapat ditularkan pada siswa SD Klampis Ngasem 1,” ucap Rini.

Menyetujui hal tersebut, Maria juga berharap kemampuan bahasa inggris peserta EBC dapat terasah. “Sekaligus program ini kiranya dapat memperkenalkan kebudayaan Indonesia pada mereka,” pungkasnya. Kunjungan perdana yang dilakukan pada Sabtu (2/3) bukanlah kunjungan terakhir. Sebab pada 11 Maret mendatang, para peserta EBC akan kembali ke SD Klampis Ngasem 1 untuk melanjutkan proyek sains dengan siswa SD. (ram/id)

Interaksi peserta EBC dengan siswa SD Klampis Ngasem 1
×