Berdiri untuk pertama kali di daerah Baliwerti di tanah yang diwakafkan KH Yahya Hasyim, salah satu pendiri ITS. Selanjutnya kampus ITS berpindah ke berbagai lokasi hingga pada akhirnya berakhir di salah satu kampusnya yang berada di daerah Sukolilo ini. Tanah di wilayah itu merupakan tanah wakaf dari dr. Angka yang ternyata adalah dokter yang pernah menangani KH Hasyim Asy’ari sewaktu jatuh sakit.
Kampus yang memiliki sebutan lain sebagai kampus perjuangan ini memiliki perbedaan dari perguruan tinggi lain di negara ini. Perbedaan itu terletak pada sisi keagaamaannya yang begitu kental. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya santri yang melanjutkan studi di ITS, digelarnya kegiatan mentoring hingga keberadaan lembaga dakwah baik tingkat jurusan maupun institut.
Pernah sewaktu saya menjalani masa matrikulasi, salah seorang dosen berkata. "Kalian itu santri dan kalian juga berkuliah di kampus teknologi. Tugas kalian adalah mengaplikasikan ilmu kalian ke pesantren kalian, siapa tahu bisa mewujudkan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Santri)," kelakar salah satu dosen.
Mengapa ITS bisa dikatakan sebagai Institut Teknologi Santri? Hal itu cukup beralasan, ITS merupakan perguruan tinggi yang didirikan pada tahun 1957 oleh dr Angka Nitisastro yang juga sebagai rektor pertama ITS kala itu. Pemberian nama ITS sendiri merupakan ijazah (pemberian izin, red) dari KH Ridhwan Abdullah yang juga mertua dari KH Yahya Hasyim.
Salah satu bukti bahwa kampus ini kental akan nuansa santrinya adalah kerjasama antara ITS dengan Kementrian Agama yang menjadi pintu gerbang masuknya santri ke ITS. Santri-santri itu tergabung dalam suatu organisasi yang bernama CSS MoRA ITS. Tahun ini saja, pada wisuda ke-110 ada 43 santri yang berhasil menyelesaikan studinya di ITS.
Adanya santri yang mewarnai kehidupan kampus ini boleh jadi menularkan dampak positif ke mahasiswa lain, terutama dari sisi keagamaan. Mereka bisa membagikan pengetahuan mereka tentang agama kepada mahasiswa lain melalui keikutsertaan mereka dalam lembaga dakwah mahasiswa. Selain itu, banyak sekali kegiatan-kegiatan bernuansa keagamaan lainnya yang dilakukan di ITS seperti ngaji kitab yang diadakan di MMI ITS dan diba’an.
Ahmad Hanan
Jurusan Jurusan Teknik Informatika
Angkatan 2014