Sabet Juara Dengan Persiapan Dua Hari

Published on
By

Adalah Syamsul Irfan, Aldhila Isti Nuswandari, dan Dinarrani Gunita yang berhasil mengalahkan empat finalis lain dalam kompetisi Koinku kategori akademisi. "Sebenarnya kami tidak menargetkan untuk menjadi juara, jadi finalis saja sudah bersyukur sekali," tutur Aldhila. Tapi takdir berkata lain, dari 97 peserta kategori akademisi yang mengikuti kompetisi tersebut, tim yang diketuai oleh Syamsul ini sukses menjadi salah satu dari enam finalis yang terpilih dan memboyong piala juara dua.

Mengenai karya yang mereka usung, karya tersebut baru sebatas ide mengenai desain sistem aplikasi keuangan sederhana berbasis smartphone dengan sistem operasi Android yang dinamai KASKU. Pemanfaatan handphone untuk pembuatan aplikasi ini dilakukan dengan memperhatikan jumlah pengguna handphone di Indonesia yang sangat tinggi melebihi jumlah nasabah lembaga keuangan. Para pengguna dapat menggunakan aplikasi ini hanya dengan bermodalkan smartphone berbasis sistem operasi Android dengan koneksi internet.

Aplikasi Kasku ini bertujuan untuk membantu UKM di Indonesia dalam membuat laporan keuangan dengan cepat dan mudah khususnya laporan laba rugi dan arus kas. Kasku memiliki desain dengan bahasa keuangan yang sederhana sehingga mudah dipahami para pengguna dan dapat digunakan dimana saja dengan menggunakan koneksi internet.

Selain itu, aplikasi KASKU juga dilengkapi dengan informasi mengenai kredit usaha sehingga dapat sekaligus mengedukasi penggunanya mengenai produk dan layanan kredit usaha.

Dengan adanya laporan keuangan yang terstruktur maka UKM dapat dengan mudah memantau kesehatan keuangan secara mandiri dan dapat menilai kelayakan usahanya untuk pengajuan kredit. "Hal inilah yang mendasari pertimbangan kami mencetuskan ide aplikasi Kasku, masih banyak UKM yang kesulitan mengajukan kredit pada bank karena tidak adanya laporan keuangan yang terstruktur," jelas Syamsul sebagai pelopor tercetusnya ide tersebut.

Lebih lanjut, Syamsul mengaku mengetahui adanya kompetisi besutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini saat melakukan kunjungan ke sana. "Kunjungan tersebut adalah tiga hari sebelum pengumpulan terakhir karya ilmiah," terang mahasiswa asal Makassar tersebut. Pihak OJK sendiri menerangkan telah melakukan publikasi secara langsung di ITS, namun ITS belum menindaklanjuti hal ini. Padahal, pengumpulan karya ilmiah tersebut ditutup pada (30/11) lalu.

"Jadi kami menyelesaikan karya ilmiah ini dalam dua hari, tanpa dosen pembimbing," jelasnya. Lebih lanjut Syamsul menjelaskan mereka baru melakukan konsultasi dengan dosen saat akan melakukan presentasi. Mereka dibimbing langsung oleh Sekretaris Jurusan Manajemen Bisnis yakni Nugroho Priyo Negoro ST.

Dikatakannya, sistem penilaian terhadap semua karya yang terkumpul adalah melalui blind review yakni juri tidak mengetahui identitas peserta kompetisi. Hasil penilaian tersebut adalah terpilihnya enam finalis yang akan mempresentasikan karya mereka di depan dewan juri pada (19/12) lalu di Jakarta.

"Pengumumannya pada (7/12), kemudian kami berangkat pada (18/12)," ulas Aldhila. Sedangkan penganugerahan Juara diadakan bertepatan dengan acara pembukaan Pasar Keuangan Rakyat yang diselenggarakan di lokasi yang sama pada (20/11).

Ketiga mahasiswa karya tiga mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis ITS tersebut berada pada semester akhir dan sedang mengerjakan tugas akhir. "Saat itu kami juga akan melakukan seminar proposal tugas akhir," tutur mahasiswi angkatan 2011 ini. Karena bertepatan dengan presentasi lomba, maka seminar proposal tugas akhir mereka akhirnya dimajukan. Mereka mengaku sangat bersyukur semua presentasi akhirnya lancar dijalankan.

"Saat presentasi, hanya kami perserta yang memakai jas alamamater sedang peserta lainnya sudah siap dengan dresscode masing-masing," kenang Aldhila. Yang menarik adalah mereka dan para peserta lainnya tidak mengetahui lawan kompetisinya satu sama lain. (dza/man)

×