Raih Juara di Tengah Rutinitas Mengajar

Published on
By

Sekilas orang mungkin akan mengira bahwa sosoknya masih berstatus mahasiswa di Jurusan Desain Produk Industri. Ya, Dikky memang baru menginjak usia 23 tahun September lalu. Namun di usianya yang tergolong masih muda ini ia sudah dipercaya untuk menjadi dosen untuk mata kuliah Komputer Grafis serta Desain Komunikasi Visual.

Ditemui di ruang kerjanya beberapa hari lalu Dikky berbagi cerita mengenai keikutsertaannya dalam ajang yang diselenggarakan oleh Pesona Edu, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang software e-learning.

Kebetulan Dikky beserta kawan-kawannya memiliki sebuah biro animasi. Dari rekan-rekannya itulah ia mendapatkan informasi mengenai lomba ini. “Cuma karena berbagai kesibukan akhirnya baru enam hari sebelum deadline saya menggarapnya,” kisah Dikky. Proses awalnya, Dikky membuat sebuah jalan cerita animasi terlebih dahulu. Tiga hari sebelum deadline barulah animasi dibuat dalam komputer. Tepat di batas terakhir pengumpulan, 5 November ia mengumpulkan karyanya. “Untungnya 5 November itu batas pengumpulan cap pos,” ujarnya sembari tersenyum.

Dikky menjelaskan bahwa karyanya berkutat soal edukasi untuk anak-anak, sesuai tema yang ditetapkan. Dalam karya animasinya Dikky membuat sebuah animasi edukasi yang menjelaskan tentang teori gravitasi. Tokoh utamanya yang bernama Dudung adalah seorang murid. Saat tertidur di kelas ia memimpikan penjelasan gurunya mengenai teori dari Sir Isaac Newton tersebut. Uniknya semua karakter dalam animasi edukasi tersebut berwujud telur sehingga terlihat lucu.

Tak disangka dua minggu kemudian dirinya dihubungi pihak Pesona Edu untuk mempresentasikan karyanya di Jakarta. Rupanya Dikky dinyatakan menjadi salah satu dari enam orang finalis kategori animasi. “Saat presentasi sempat panik juga karena ternyata kriteria penilaian lebih mengutamakan pada prinsip animasi, padahal karena ngerjainnya serba dadakan kita belum menerapkan itu secara maksimal,” papar Dikky.

Namun Dikky berusaha tetap optimis. “Waktu penjurian saya sempat ngintip kalau karya peserta lain rata-rata nggak lebih dari satu menit, sedangkan animasi milik saya durasinya kurang lebih lima menit,” terangnya. Bekal optimis itupun ternyata tak sia-sia. Tiga orang juri dari Asosiasi industri Animasi dan Konten Indonesia (AINAKI) sepakat menganugerahkan juara ketiga kepadanya.

Kini Dikky bisa tersenyum lebar karena atas prestasinya tersebut, Public Relation Biro Animasi Teka Ceria ini berhak mendapatkan piala, sertifikat, souvenir, serta sejumlah uang. (tyz/mtb)

×