Mengeksplorasi Kota Surabaya secara edukatif dan menyenangkan adalah konsep amazing race tahun ini. Dengan menjelajahi ikon-ikon Surabaya, berinteraksi dengan warga dan lingkungan, serta menyelesaikan misi di berbagai macam pos dengan berbagai rintangan, amazing race ditujukan untuk mengenalkan Surabaya pada peserta.
Diterangkan Mega Dwi Kurnia, penanggung jawab lomba, amazing race sejatinya digelar demi memberi pemahaman tentang keprofesian perencanaan wilayah dan kota (PWK) bagi masyarakat dan peserta.
Mega, sapaannya menjelaskan, peserta amazing race dikenalkan dengan dunia perencanaan lewat eksplorasi landmark Surabaya, seperti Kenjeran Park, Taman Bungkul, Siola, dan Jembatan Merah Plaza. "Pada permainan ini, peserta tidak hanya sekadar adu tercepat sampai pos, tetapi mereka juga disuguhi beberapa permainan bertema PWK, seperti permainan manajemen transportasi dan permainan penanggulangan bencana," paparnya.
Mahasiswi angkatan 2015 ini menambahkan, dalam permainan ini, peserta diberikan tugas dan misi di tiap pos. "Misinya adalah menemukan sebuah produk perencanaan dan wawancara beberapa stakeholder untuk mengetahui sejarah yang mungkin terlupakan. Misalnya adalah JMP," ujar Mega memberikan contoh.
Tantangan lainnya yang dihadapi peserta ialah kemampuan berpindah tempat mengelilingi semua pos sambil mengumpulkan poin dengan modal uang Rp75 ribu. Pengumpulan poin dan kecepatan menjadi tolok ukur kemenangan peserta. Harapannya dengan konsep ini, semua peserta dapat mengenal setiap pos yang dilewati sekaligus mengerti bagaimana perencanaan ikut andil dalam pengembangan pos tersebut.
Ahdi Hafidz dan Romadhoni, juara pertama amazing race sangat mengapresiasi pelaksanaan acara ini. Pasalnya ada banyak nilai yang diperoleh peserta mulai dari mengenal landmark Surabaya, mengenal sedikit dunia perencanaan, sekaligus menyehatkan badan.
Bagi Ahdi, permainan paling berkesan adalah pos JMP. Ketika itu ia ditugaskan mewawancarai masyarakat tentang sejarahnya. "Wah, kalo tidak ikut acara ini, saya tidak tahu JMP. Senang sekali rasanya bisa belajar sejaran dan wawancara langsung stakeholder secara random," tutur Ahdi.
Rekannya, Romadhoni menambahkan, dengan permainan ini ia belajar mengenai mengenai perencanaan. "Perencanaan itu ternyata cukup susah, harus strategis banget. Kalo nggak, pasti nggak akan berhasil," jelas Romadhoni.
Kedua mahasiswa ITS ini menyarankan agar rute amazing race kedepannya lebih diperluas dengan konsep permainan yang lebih menantang. " Kalau bisa sampai Waru, Perak dan daerah lainnya supaya makin seru dan makin sehat," saran Ahdi bersemangat. (jel/ven)