Dr Irhamah SSi MSi, ketua Unit Pengelolaan, Pengendaliaan dan Pengawasan Program (P4) mengatakan, capaian ini tak lepas dari pengembangan yang telah dilakukan ITS dalam bidang pengelolaan berbasis lingkungan.
Menurutnya, salah satu program ITS yang memperhatikan pengembangan lingkungan adalah ITS Smart Eco Campus. Program tersebut, menjadi branding bahwa ITS peduli terhadap kegiatan berbasis lingkungan.
Dalam pemeringkatan Green Metric ini, terdapat enam kategori penilaian. Kategori itu adalah setting and infrastructure, energy and climate change, waste, water, transportation, dan education.
ITS sendiri mendapatkan penilaian yang tinggi dalam kategori education dengan poin sebesar 1.323. Bahkan dalam kategori ini nilai ITS tidak jauh berbeda dengan peringkat satu dunia, University of California Davis yang memiliki poin sebesar 1.382.
Menurut Irhamah, nilai tertinggi tersebut disebabkan oleh program berkelanjutan ITS, dana penelitian, serta publikasi dan kegiatan ilmiah. "Selain itu, kegiatan organisasi mahasiswa yang terkait dengan lingkungan juga salah satu penyebab nilai kategori pendidikan paling tinggi," ucapnya.
Selain itu, di kategori water atau pengelolaan air, ITS bertengger di urutan 10 besar dunia dengan nilai 925. Poin ini mengungguli universitas yang memiliki overall ranking di urutan atas, seperti Wageningen University and Research, Hokkaido University, dan Georgia Institute of Technology.
UI Green Metric World University Ranking ini diikuti oleh 480 perguruan tinggi di seluruh dunia, lebih banyak dari tahun 2015 yang hanya 407. Terdapat 49 perguruan tinggi di Indonesia yang telah berpartisipasi aktif dalam ajang ini, namun tidak semuanya dapat memenuhi kriteria.
Selain UI dan ITS, lima besar peringkat Green Metric di Indonesia adalah Institut Pertanian Bogor yang mendapatkan peringkat 57 dunia dan Universitas Diponegoro pada peringkat 69 dunia. Kemudian disusul Universitas Sebelas Maret yang mendapatkan peringkat 76 dunia. (yan/oti)