Hafizudin Wirawan, ketua pelaksana mengatakan, tema tersebut sengaja dipilih karena keprihatinannya terhadap munculnya dominansi energi negatif pada masyarakat. Menurutnya, energi negatif yang muncul di kehidupan sehari-hari adalah pemicu berbagai permasalahan di Indonesia. ”Energi negatif adalah penyebab timbulnya jutaan persepsi buruk tentang Indonesia,” ungkapnya ekspresif saat memberi sambutan dalam grand opening.
Padahal, menurut mahasiswa Jurusan Sistem Informasi ini, ada banyak potensi yang dimiliki Indonesia untuk dikembangkan. Oleh karena itu, optimisme menjadi salah satu poin penting dalam mewujudkan hal tersebut. ”Karena optimisme adalah sebuah pilihan, tentang bagaimana untuk tetap memilih positif, senegatif apa pun kondisinya,” tegasnya.
Pesan optimisme ini juga diamini oleh Prof Dr Ir Heru Setyawan MEng, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Menurutnya, mahasiswa memang punya andil besar untuk menyebarkan optimisme bagi masyarakat. ITS Expo, bagi Heru, adalah sarana yang tepat.
Ia juga mengapresiasi gelaran ITS Expo kali ini. Semangat dan sinergisitas yang dimiliki mahasiswa akan menyebarkan semangat yang positif. "Saya bangga, mahasiswa memiliki tekad yang sangat kuat, bersemangat, dan bersinergi dalam membuat suatu acara. Harapannya dari semangat ini, ke depan, para mahasiswa dapat membawa kemajuan bagi bangsa dan negara," harapnya.
Guru Besar Jurusan Teknik Kimia ini mengaku, ITS Expo telah turut mengimplementasikan cita-cita ITS untuk tidak hanya mencetak mahasiswa yang berkompeten di bidang keprofesian saja, melainkan juga memiliki soft skill. Selain itu, katanya, ITS Expo juga berhasil menggaungkan nama ITS di kancah nasional. ”Acara ini telah membantu memperkenalkan ITS kepada seluruh Indonesia," pungkas Heru mengakhiri pidatonya.
Berbagai hiburan dan pertunjukan akan menghiasai Grha Sepuluh Nopember hingga Sabtu (19/11). Mulai dari pasar malam, wahana budaya, paguyuban dari berbagai forum daerah, entertainment show, dan pagelaran turut disajikan. (io9/mis)