"Pada tahun sebelumnya, kerjasama ini berhasil mendanai dan mempublikasikan 22 riset dari 23 universitas Indonesia Bagian Timur yang bergabung. Beberapa dari riset tersebut dikembangkan lagi untuk menjadi topik riset tahun depan," ungkap Wakil Rektor IV ITS, Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc dalam pemaparannya tentang rekam jejak EPIUNET.
Senada dengan Ketut, dalam sambutannya Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD juga menegaskan tentang pentingnya pemerataan mutu pendidikan melalui kerjasama semacam ini. Joni berharap, dengan dilanjutkannya kerjasama ini, universitas-universitas di Indonesia Bagian Timur dapat berkolaborasi untuk memberikan kontribusi bagi negeri.
"Kami ingin maju dan besar bersama perguruan tinggi lain, inilah konsep yang kami tawarkan dalam payung besar EPIUNET†jelas Joni. Pasalnya, melalui kerjasama riset ini, akan menghasilkan publikasi jurnal ilmiah yang semakin banyak. Tentunya hal ini akan melejitkan mutu pendidikan Indonesia.
Lebih lanjut, Joni juga menuturkan, ITS menjunjung visi pemberdayaan. "Melalui kerjasama ini, ITS juga ingin berkontribusi memberdayakan universitas disana (Indonesia Bagian Timur, red) untuk dapat memanfaatkan sumber daya mereka dengan sebaik-baiknya" terang Rektor ITS kesembilan ini.
LPDP Siap Danai
Forum yang akan berlangsung hingga Jumat (18/11) ini, dihadiri juga oleh Direktur Pendanaan Kegiatan Pendidikan Kementrian Keuangan RI, Dr Abdul Kahar. Abdul menyatakan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersedia turut serta dalam kerjasama ini. "LPDP sendiri memang telah lama memberikan pendanaan pada penelitian yang luarannya akan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat," tutur Abdul.
Abdul Kahar juga menjelaskan, tata cara pengajuan anggaran dana riset LPDP berbeda dengan pengajuan dana APBN. Pengajuan dana LPDP lebih fleksibel dan bersifat multi-year karena tidak bergantung pada tahun anggaran. "Ini merupakan terobosan yang dilakukan LPDP" ujar Abdul kepada ITS Online. (io1/riz)