Beliau menyarankan agar pendengar memulai bisnis selama masih berstatus mahasiswa. Saat menjadi mahasiswa, bimbingan untuk menjadi wirausaha handal banyak adanya. Bimbingan seperti ini dapat mengurangi potensi terjadinya kebangkrutan pada usaha yang baru dirintis mahasiswa. "Setiap usaha pasti ada masalahnya, kalau banyak memikirkan gagal, anda tidak akan maju," terang Bapak Suharjupri.
Dalam talkshow ini, Bapak Suharjupri menekankan pada pentingnya memulai suatu aksi untuk membangun sebuah usaha tanpa berputar-putar pada konsep. Aksi yang dilakukan pun harus sesuai agar usaha yang dirintis berjalan lancar. "Talkshow ini memberi wawasan tentang kewirausahaan kepada pengunjungnya. Kami diajak untuk berani mengambil langkah memulai bisnis," ujar Isma Fawais, pengunjung KWU Fair FTI Mahasiswi D3 Teknik Mesin ITS 2014 yang mengutarakan kesannya.
Bapak Suharjupri mengajak mahasiswa ITS untuk segera memulai usaha dengan menghilangkan takut dan prasangka buruk yang muncul diawal merintis usaha. "We become what you think about," tuturnya. "Kerja keras, cerdas, tuntas, ikhlas, dibarengi do’a InsyaAllah usaha kita sukses nanti," ujar beliau di akhir acara.