Perayaan paskah memang menjadi agenda rutin PMK setiap tahunnya. Setidaknya, sekitar 400 mahasiswa ITS, dosen dan pegawai bersama-sama hadir untuk berbagi suka cita paskah. Tak sekedar perayaan, acara tersebut juga selalu mengusung tema berbeda setiap tahunnya. Kali ini mengusung tema Eyes On Jesus yang memiliki makna bahwa salib melambangkan betapa besarnya kuasa dan juga kasih Tuhan yang tak terukur.
Pemberitaan Injil dalam perayaan kali ini dilakukan oleh Pdt Marojahan S Sijabat. Dalam khotbahnya, pendeta tersebut menjelaskan bagaimana sejatinya mahasiswa mampu menggunakan diri sebagai alat Tuhan dalam perkuliahan. "Menjadi alat Tuhan adalah berjuang melampaui batas dan diiringi oleh doa," ujarnya.
Pendeta Marojahan, melanjutkan bahwa hidup seorang kristiani adalah hidup yang memiliki tolak ukur dan target yang jelas. "Para mahasiswa harus turut serta berpartispasi menjadi yang terbaik di seluruh dunia dengan anugerah Tuhan," terangnya dengan suara lantang.
Sejatinya tujuan seorang kristiani adalah hidup karena Yesus bukan hanya mengejar nilai dan rupiah. "Tujuan hidup oleh karena Yesus berarti tidak sering mengeluh alias bersyukur, ikut memajukan nama kampus, dan membuktikan nilai lewat perkuliahan," pesannya.
Usai acara siraman rohani, perayaan paskah diwarnai dengan puisi, video dan lagu puji – pujian yang menggambarkan Yesus bangkit dari kematian. Di penghujung acara , sesi refleksi dan perjanjian diri dilakukan secara bersama-sama melengkapi perayaan paskah. (jel/hil)