Dalam sejarahnya, FMIPA ITS didirikan tahun 1965 dengan nama awal FIPIA yang hanya memiliki dua jurusan yaitu Matematika dan Fisika. Namun, pada tahun 1983, fakultas ini bertransformasi menjadi FMIPA sekaligus menambah dua ‘kekuatan’ tambahannya, yaitu Statistika dan Kimia hingga pada tahun 1988 ditutup dengan pendirian Jurusan Biologi.
Lebih lanjut, diungkapkan Prof Dr R Y Perry Burhan MSc, Dekan FMIPA ITS, acara ini digelar dalam rangka menyambut hari jadi ke-50 FMIPA ITS. Untuk menyemarakan jalannya diskusi, acara ini mengundang lima pembicara yang merupakan alumni FIPIA ITS. Mereka adalah Dr Ir Amirullah M O, Ir Chayun Budiono MSc, dan Ir Widodo Santoso MBA. Masing-masing adalah Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi BPPT, Pakar Energi, dan Ketua Asosiasi Semen Indonesia.
Selain itu, hadir pula pemimpin dari beberapa perusahaan di Indonesia. Yaitu Ir J E Sendjaja MBA, President Director Bukit Jaya Abadi Group dan Drs Anton Subagiyanto SE Spsi MBA MSc, HRD and GA Director PT Steel Pipe Industry of Indonesia (SPINDO) Tbk.
Dalam sambutannya, Perry menjelaskan diskusi ini digelar dengan tujuan memberikan pencerdasan kepada mahasiswa khususnya FMIPA mengenai potensi lulusan di Industri. "Kami berusaha memberikan pandangan baru jika lulusan FMIPA tidak hanya menjadi dosen. Jauh dari itu, lulusan FMIPA berpotensi menjadi pemimpin di sebuah perusahaan," tegasnya disela-sela sambutan.
Senada dengan Perry, Ir Prayogo MBA mengungkapkan potensi lulusan FMIPA untuk bersaing di dunia kerja dengan fakultas lain sangatlah besar. Hal ini dikarenakan dalam proses belajar mengajar, mahasiswa FMIPA selalu ditanamkan mengenai cara menyelesaikan suatu masalah dengan solusi yang terbaik. "Sejak awal pendiriannya, fakultas ini selalu menanamkan materi pemecahan masalah kepada mahasiswanya," jelas alumnus FIPIA ITS angkatan ke-18 ini.
Hasilnya, banyak dari lulusan FMIPA yang saat ini menempati posisi utama dalam suatu perusahaan pemerintah, salah satunya Dr Ir Amirullah M O. Dalam presentasinya, ia mengungkapkan jika mahasiswa harus bisa berpikir luas. Maksudnya, mahasiswa FMIPA harus berani berkompetisi dengan mahasiswa lain dengan latar belakang berbeda. "Perbedaan ilmu bukanlah suatu alasan untuk menghalangi kesusesan," ucap alumnus Jurusan Fisika ITS angkatan ke-18 ini.
Di akhir, Perry juga mengungkapkan FMIPA merupakan dasar ilmu dari segala jurusan. Sehingga mahasiswa FMIPA ITS tidak perlu lagi merasa takut bersaing. "Tanpa FMIPA tidak akan kuat. Tanpa FMIPA bangsa Indonesia tidak cerdas," tutupnya. (sho/man)