JMMI Mengoordinasi Penggalangan Dana Untuk Rohingya

Published on
By

Dikatakan Ketua Umum JMMI ITS, Amron Basuki, penggalangan dana ini diinisiasi oleh beberapa perguruan tinggi di Surabaya yang bekerja sama. Di antaranya adalah UNAIR, UNESA, Ubaya, UKWS dan PENS. JMMI ITS kemudian dipercaya sebagai pusat komunikasi (puskom) yang mengoordinasi seluruh aksi penggalangan. Selain itu, kegiatan yang telah berlangsung sejak dua pekan yang lalu ini juga melibatkan Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) sebagai Lembaga Kemanusiaan Nasional.

Aksi penggalangan dana dilakukan secara beragam. Selain melakukan penggalangan dana di Masjid Manarul Ilmi dan pasar jumat ITS, mereka juga menyasar tempat-tempat umum seperti Taman Bungkul pada Minggu (24/5) lalu. "Saat itu sosialisasinya sangat menarik sebab kami memainkan angklung bersama dalam jumlah yang banyak," jelas mahasiswa Jurusan Teknik Fisika angkatan 2012 tersebut. Meski begitu, Amron mengaku peran media sosial online yang paling berpengaruh dalam membantu penggalangan dana hingga terkumpul lebih dari 20 juta rupiah.

Amron yang baru menjabat sebagai ketum JMMI ini mengatakan, hingga saat diwawancarai ITS Online ini, jumlah donasi masih terus bertambah. "Ada tambahan lagi sekitar empat jutaan," ungkapnya. Nominal akhir pun masih akan terus direkap oleh PKPU meskipun penyerahan secara simbolisnya sudah dilaksanakan pada Minggu (31/5) lalu di UNAIR.

Menurut Amron, Muslim harus tolong meolong, namun tetap sisi kemanusiaannya yang menjadi utama. Sebab, tolong menolong tidak semata karena agama, tapi ada faktor-faktor lain yang menjadi dasar kewajiban manusia sebagai makhluk sosial untuk membantu. "Sisihkan walau sedikit, Insya Allah bermakna," pesan mahasiswa asal Ngawi, Jawa Timur itu. (owi/oly)

×