A.A. Gede Putra Semarajaya, ketua pelaksana kegiatan, mengungkapkan cakupan peserta Inchall 2015 sengaja diperluas guna memperbanyak relasi Jurusan Teknik Industri (JTI) dan HMTI ITS. ”Ini juga salah satu upaya kami untuk mempersiapkan HMTI menghadapi AEC,” ujar mahasiswa asal Gianyar Bali ini. Sebelumnya, lomba keilmuan untuk mahasiswa ini hanya digelar tingkat nasional.
Inchall 2015 diikuti oleh 76 tim. Pada tahap ini, peserta mengerjakan soal secara online hingga terpilih 15 tim terbaik. Mereka kemudian akan bersaing pada babak semifinal dan final untuk memperebutkan hadiah total senilai 4250 dollar AS. Dari 15 tim yang terpilih, terdapat 3 tim internasional. ”Ketiganya berasal dari Universiti Teknologi Malaysia, Universiti Teknikal Malaysia Melaka, dan Chulalongkorn University Thailand,” ungkap Semara.
Selanjutnya, pada babak semifinal peserta akan diuji melalui dua tahap. Pada tahap pertama, peserta diuji melalui Industrial Engineering Basic Question (IEBQ). IEBQ menguji peserta dengan 50 pertanyaan pilihan ganda yang dikerjakan dalam waktu 90 menit. Sedangkan tahap kedua ialah Betting Section yang akan menghadapkan peserta pada beberapa pertanyaan dengan mempertaruhkan nilai yang didapat pada sesi IEBQ.
Menurut Semara, kompetisi ini sejatinya mengedepankan systemic thinking dalam menyelesaikan masalah industri. ”Semua soal merupakan penjabaran dari lima keilmuan bidang teknik Industri. Seperti ergonomi, sistem manufaktur, manajemen, dan komputasi,” ujar Semara.
IEBQ dan Betting Section yang telah berlangsung pada Rabu (4/3) membawa kesan tersendri bagi Nur Alifah Azman. ”Di universitas kami, JTI masuk dalam Jurusan Teknik Mesin. Kami cukup kesulitan karena soal-soalnya lebih spesifik tentang keilmuan teknik industri,” ujar mahasiswi Universiti Teknologi Malaysia ini. Meski begitu, Alifah mengaku optimis dapat melaju ke babak selanjutnya.
Setelah ini, lima tim terbaik akan melaju ke babak final yang akan mulai digelar pada Jumat (6/3). Tak hanya itu, seluruh semifinalis juga berkesempatan mengunjungi perusahaan dan mendapat jamuan makan malam dari Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT pada Kamis (5/3). (ayi/ali)