Percuma Jadi Ahli, Jika Tulisan Tak Terpublikasi

Published on
By

Dalam kesempatan itu, mahasiswa S3 Universitas Meulborne  Australia tersebut memberikan tips dan trik dalam menulis ilmiah skala internasional.  Menurut  Bagus,  mahasiswa percuma ahli dalam suatu bidang kalau tulisan penelitian tidak dipublikasikan. "Tidak ada bukti yang menyatakan anda ahli dalam bidang tersebut," ungkapnya.

Menurut ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia tersebut, untuk melakukan presentasi yang baik,  mahasiswa harus memperhatikan apa yang diinginkan pendengar. Minimal bisa membuat presentasi yang simpel, menarik, dan harus mampu membangkitkan keingintahuan pendengar. "Saya sendiri, untuk melakukan presentasi sepuluh menit, persiapannya sebulan," pungkasnya.
Selain Bagus, seminar tersebut juga mendatangkan Dr Roni Seto Wibowo ST MT . Dengan membawakan topik Motivasi Menulis dan Melakukan  Penelitian, ia mengajak mahasiswa untuk melakukan penelitian dan menuliskannya.  Menurut Roni, Indonesia harusnya bisa seperti Cina yang mampu melampaui Amerika dalam bidang perekonomian. Hal ini dikarenakan masyarakat Cina mau bekerja keras.
"Dalam melakukan penelitian juga butuh kerja keras," terang dosen Teknik Elektro tersebut. Roni menerangkan, saat ini makalah-makalah Internasional didominasi oleh negara Cina dan India. Hal ini juga tak lain karena kerja keras yang telah mereka lakukan. 
Kekuarangan masih banyak dimiliki oleh orang Indonesia. Bahkan ia menganggap, saat ini pendidikan Indonesia tengah berjalan mundur. Apa yang ia katakan bukanlah isapan jempol belaka. Jika melihat beberapa puluh tahun yang lalu, banyak mahasiswa Malaysia yang menimba ilmu di Indonesia . Berbeda dengan sekarang, justru mahasiswa Indonesia banyak yang berguru ke negeri Jiran. 
Oleh karena itu, Roni menghimbau kapada mahasiswa Indonesia agar lebih keras dalam belajar dan  melakukan penelitian.  Tak hanya sekedar meneliti, hasil penelitian tersebut harus mempunyai orientasi Industri.  Selain itu, ia juga menghimbau agar setiap hasil penelitian harus segera dipatenkan. "Jika cuma kertas buat apa? Harus ada patennya," tambahnya. (ven/guh)

×