Hadapi Kendala, Pemilu ITS Tetap Berlangsung

Published on
By

Ilham Fahmi Kurniawan, juru bicara KPU ITS mengungkapkan bahwa salah satu kendala pemilu kali ini yaitu terdapat HMJ yang masih merasa belum terdaftar dalam DPT. Sehingga keputusan penetapan DPT pun baru bisa berlangsung pada pemilihan hari kedua. ”Misalnya dari beberapa jurusan yang masih belum mempunyai HMJ sendiri dan jurusan yang mempunyai lintas jalur,” ujar Fahmi.

Tak hanya itu, dalam proses pendaftaran kandidat pun terdapat beberapa delegasi calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang tidak jadi mendaftar. Pengunduran diri sepihak dan kelengkapan persyaratan yang tidak dipenuhi, membuat KPU ITS memutuskan untuk tidak meloloskan delegasi tersebut sebagai calon DPM.

Terkait masa kampanye, perijinan tempat menjadi masalah klasik setiap pemilu. Disayangkan oleh Fahmi, birokrasi di beberapa jurusan tertentu sedikit menyulitkan dalam proses peminjaman tempat. Menurutnya, hal tersebut yang membuat minimnya publikasi di beberapa tempat.

Sedangkan dalam hal dana, Fahmi menceritakan pengalaman tim KPU yang berani menjual telur puyuh di beberapa kantin jurusan demi mendapatkan suntikan dana. ”Dana ideal untuk persiapan pemilu dibandingkan tahun sebelumnya delapan juta. Sedangkan tahun ini dana yang diberi tidak mencukupi dan tim KPU sendiri berinisiatif mencari dana tambahan,” terang mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ini.

Salah satu masalah yang membuat bayak suara tidak sah yakni tidak adanya tanda tangan ketua Kelompok Pelaksana Pemungutan Suara (KPPS). Padahal sebelumnya, Fahmi mengaku telah memberikan sosialisasi kepada KPPS sebelum pemilu berlangsung.

Walaupun terdapat beberapa kendala, prosentase pemilih dapat meningkat dari tahun sebelumnya. Pasalnya, pada pemilu 2013 pemilih sebanyak 46 persen dan tahun ini 52,17 persen. Fahmi pun tetap berharap pemilu ITS dapat lebih kondusif. ”Semoga di tahun berikutnya pemilu ITS lebih baik,” harapnya. (van/sha)

×