Bahas Kemajuan IT, ITS Gelar Diskusi

Published on
By

"Anggaran belanja negara yang belum kuat seperti negara lain, akan membuat pembangunan infrastruktur telekomunikasi diserahkan langsung kepada perusahaan milik negara dan juga swasta," papar Nonot membuka diskusi. Lelaki bernama lengkap Ir Nonot Harsono MT pun melanjutkan bahwa di negara maju, IT sangat dioptimalkan semaksimal mungkin. Jadi, semua rakyat dari kalangan atas hingga bawah bisa merasakan kemajuan tersebut.

Ia meminta, pihak kampus dan pihak terkait dengan teknologi untuk menularkan pemikiran tentang pentingnya IT ini. "Sebenarnya ada kewajiban bagi kampus untuk memeberitahukan pada masyarakat tentang pentingnya teknologi sebagai pilar bangsa," tegasnya. Ia pun menambahkan bahwasanya harus ada kesigapan dari pemerintah dalam mensosialisasikan IT ini.

Selain pemaparan materi, pada diskusi ini pun diberikan kesempatan bagi para panelis untuk mengomentari ide dari Nonot. Salah satu panelis, Tony Dwi Susanto ST MT Ph D, mengomentari ide tersebut. Lelaki yang merupakan salah satu dosen Sistem Informasi tersebut menanyakan tentang arah pembangunan negeri ini. "Indonesia ini kan negeri agraris, bukankah seharusnya kecanggihan IT ini dijadikan alat saja," paparnya memberi masukan.

Pada akhir diskusi, Nonot merasa berterimakasih dengan para panelis dan juga peserta yang sangat memberi inspirasi untuk kemajuan IT di Indonesia. Menurutnya, kemajuan dari IT yang pesat akan menimbulkan dampak positif dan bahkan dampak negatif yang sangat besar. Karenanya, ia  meminta masukan positif agar IT di Indonesia bisa maju tanpa meninggalkan moralnya. "Alhamdulillah disini masih banyak mahasiswa dan dosen yang segar pemikirannya," pungkasnya. (hil/ady)

×