Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memilih netral. Menurut Rektor ITS Prof Dr Ir Triyogi Yuwono DEA, sebagai institusi yang akan dinobatkan menjadi PTN Berbadan Hukum (PTN BH), ITS tidak memihak salah satu pasangan capres-cawapres.
"Instuisi pendidikan pada umumnya harus bersikap netral. Kalaupun ada kelompok atau individu yang masih saja beraktivitas politik, selagi tidak menunjukkan atribut ITS sedikit pun, itu tidak masalah. Yang penting, tetap jaga kondusivitas," kata Triyogi, seperti dilansir laman ITS Online, Minggu (22/6/2014).
Triyogi mengimbuhkan, pihaknya tidak akan mengekang hak demokrasi individu. Seluruh sivitas akademika ITS baik itu dosen, karyawan dan mahasiswa diperbolehkan memiliki pilihan politik masing-masing.
"Walaupun ada yang memakai logo dan atribut partai politik, itu di luar izin kami dan kami akan menghimbau untuk melepas hal-hal yang berhubungan untuk kepentingan politik," tuturnya.
Imbauan Triyogi tersebut disampaikan karena adanya temuan yang menunjukkan pihak yang menggunakan logo terkait ITS untuk kampanye politik. Guna menunjukkan ketegasan sikap tersebut, ITS pun membuat Surat Pernyataan (SP). Dengan keberadaan surat tersebut, Triyogi berharap, seluruh dosen, karyawan, mahasiswa, dan alumni ITS dapat menjaga kenetralan sikap ITS sebagai institusi.
"Bila nantinya pihak yang telah menyalahgunakan ketentuan tersebut tetap mengabaikan imbauan, maka akan diambil tindakan tegas secara hukum," imbuh Triyogi. (rfa)