”Kegiatan ini bukan sebuah acara, tapi merupakan sebuah gerakan," ujar Anindito Kusumojati membuka pembicaraan saat ditemui di Masjid Manarul Ilmi, Kamis (6/3). Ia mengatakan yang menjadi fokusan dari kegiatan ini adalah empat nilai positif yang menghidupkan semangat dari gerakan ini.
Pria yang akrab disapa Dito ini menjelaskan hal yang pertama yaitu terciptanya sebuah momen. Yaitu momen yang bisa dikenang oleh seluruh wisudawan. "Lulus tidak hanya sekedar lulus, perlu ada kenangan yang bisa dirasakan oleh para wisudawan sebelum menginjak dunia di luar kampus," imbuhnya.
Lebih lanjut, gerakan ini juga diharapkan bisa menginspirasi para mahasiswa ITS lainnya. Inspirasi ini berupa memberi manfaat lebih kepada orang-orang di sekitar. "Yang sudah lulus saja masih semangat memberi manfaat, apalagi mahasiswa yang masih menjalani kuliah disini tentu harus lebih semangat dari kami (calon wisudawan, red)," tutur pria berkacamata itu.
Terakhir, gerakan yang dihelat dua hari setelah pelaksanaan wisuda ini sebenarnya dilaksanakan sebagai bentuk syukur para wisudawan karena telah selesai menempuh pendidikan di ITS. Tak lupa, ia pun berpesan kepada seluruh sivitas akademik ITS agar senantiasa bisa bermanfaat dimanapun berada. "Memberi manfaat itu tidak perlu susah-susah, cukup dari yang terkecil mulai dari diri sendiri dan tentunya mulai dari sekarang," tutupnya. (hil/man)