Ciptakan Alat Otomasi Untuk Pengabdian Masyarakat

Published on
By

Meski bukan mahasiswa Teknik Mesin, mahasiswa Teknik Industri juga mampu membuat berbagai macam alat otomasi. Expo ini juga merupakan pameran final project mahasiswa semester 3 Teknik Industri untuk mata kuliah Otomasi Industri.

Sebelumnya, expo  otomasi industri belum pernah dilaksanakan, maka dari ituu ini adalah expo pertama mahasiswa TI di mata kuliah ini. Produk yang dipamerkan pun beragam, mulai dari alat pemeras santan sebagai pengembangan alat yang dibuat oleh SMK 12 Surabaya, Alat pemotong pisang, mesin packaging kerupuk hingga sistem papan parkir yang menunjukkan tempat kosong pada parkiran mobil.
Semua alat tersebut didesain untuk menyelsaikan masalah di sekitar mereka. Untuk Parking Board System misalnya, alat itu dibuat untuk memudahkan pengguna mobil untuk mencari tepat kosong guna memarkirkan mobil mereka. Ada juga banana slicer yang membantu Usaha Kecil Menengah Keripik pisang untuk memotong pisang agar waktu lebih efisien.
Desinta Riani, salah satu asisten dosen sekaligus panitia acara mengungkapkan sebelum membuat alat, mahasiswa memang harus melakukan riset terlebih dahulu. Riset mereka terdapat tiga kategori. Kategori pertama adalah UKM,  lingkup TI dan kerjasama dengan SMK dalam membuat alat otomasi.
Dari riset tersebut mahasiswa akan mengidentifikasi masalah di masing-masing kategori, kemudian baru membuat alat yang bisa menyelesaikan masalah terebut. Dalam expo ini juga dipilih tiga karya terbaik dari masing – masing kategori. Untuk kategori lingkungan TI, Parking Board System menjadi jawaranya, di bidang kerjasama dengan SMK ada alat pemeras santan, sedangkan kategori UKM dimenangkan oleh Alat Pengiris Tahu yang diciptakan untuk membantu produksi pabrik tahu.
Untuk alat pemotong tahu, riset mereka dilakukan di pabrik tahu di daerah Pacar Keling. Disana mereka menemui beberapa masalah, salah satunya adalah masalah pengirisan tahu yang dianggap kurang efisien karena masih dikerjakan secara manual. Maka dari itu kelompok i membuat alat pengiris tahu.
Hafid Dwi Nurjannah, salah satu anggota kelompok ini mengungkapkan sempat terkejut alatnya terpilih menjadi jawara di kategori UKM. Namun dia merasa senang karena kerjakerasnya selama dua bulan tidak percuma. Kedepannya, mahasiswi ini berharap agar alat pengiris tahu ini dapat dikembangkan agar bisa membantu produksi pabrik tahu di Indonesia. (gol)
×