RIKEN Ajak Mahasiswa ITS Teliti Muon

Published on
By

Dr. Watanabe mengatakan bahwa riset yang dilakukan oleh RIKEN tentang muon di RAL membutuhkan lebih banyak kontribusi dari mahasiswa. Maka dari itu, Dr. Watanabe membuka peluang bagi mahasiswa fresh graduated ITS baik dari tingkat S1 maupun S2 untuk bergabung dalam riset RIKEN tentang muon selama satu atau dua tahun di laboraturium mereka di Inggris.
RIKEN sendiri merupakan sebuah Lembaga Penelitian besar di Jepang yang telah mengembangkan penelitiannya hingga ke luar negeri. Salah satu bentuk kerjasama RIKEN adalah fasilitas penelitian muon di RAL yang merupakan kerjasama antara pemerintah Jepang dan Inggris. Dari berbagai macam bidang sains dan teknologi yang diteliti RIKEN, salah satunya adalah muon, partikel sub-atomik yang belum banyak diketahui karakteristiknya oleh para peneliti. Muon merupakan bidang kajian yang belum populer di Indonesia meskipun penerapannya dalam kehidupan sudah banyak, salah satunya dalam teknologi akselerator yang digunakan untuk memecah partikel untuk tujuan penelitian.
Selain membahas tentang muon, seminar itu juga diisi dengan materi tentang penelitian Magnetoelectric Effect in Antiferomagnetic Effect oleh dosen Fisika ITB, Dr. Agung Nugroho dan penelitian tentang Developement of Functional Manofibers by Electrospinning for Renewable Energy Applications oleh Dosen Fisika UGM, Dr. Kuwat Triyana.
Prof. Dr. Darminto M.Sc mengungkapkan, tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang macam – macam penelitian di luar ITS. Diharapkan nantinya mahasiswa ITS bisa mengikuti kolaborasi penelitian dengan berbagai lembaga di luar ITS baik di dalam maupun di luar negeri. Apalagi setelah RIKEN membuka peluang bagi mahasiswa ITS untuk bergabung dengan riset mereke tentang muon. (guh/m14)

×