Prof Dr Tri Yogi DEA, Rektor ITS, memiliki pandangan positif terhadap pertemuan yang dihadiri oleh 79 Perguruan Tinggi dari Perancis dan tidak kurang dari 60 Perguruan Tinggi Indonesia ini. ”Apalagi ITS ditunjuk sebagai host, ini bisa sekaligus memperkenalkan ITS lebih jauh di hadapan rekan-rekan dari Perancis,” ujarnya.
Ia pun memutuskan untuk melakukan kerja sama dengan dua universitas yang ada di Perancis, yakni University Joseph Fourier dan University De Bretagne Occidentale. Kerja sama tersebut meliputi penelitian dan pertukaran mahasiswa maupun dosen atau staff.
Selama dua tahun terakhir, tidak kurang dari 30 mahasiswa telah melanjutkan studi di Perancis. ”Sebenarnya ada 35 mahasiswa, yang lima masih menunggu beasiswa,” jelasnya.
Tri Yogi juga meyakini, jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat bukan hanya mahasiswa yang mengikuti program ini. Melainkan juga akan ada staf pengajar nantinya yang melanjutkan program doktoral ke universitas-universitas di Perancis.
Dengan adanya program-program seperti ini, ia yakin dapat memberi pengaruh baik terhadap pendidikan di Indonesia. ”Karena pada dasarnya anak-anak bangsa ini memiliki potensi,” kata Tri Yogi. Dari sejumlah mahasiswa yang melanjutkan studi di Perancis itu saja sudah ada beberapa mahasiswa direkomendasikan untuk melanjutkan program doktoral.
”Itu merupakan pertanda baik bagi pendidikan kita, juga bagi mahasiswa itu sendiri,” jelasnya. Mahasiswa-mahasiswa tersebut sangat berpotensi untuk menjadi dosen di universitas mana pun. Bukan hanya itu, Tri Yogi juga mengharapkan adanya action plan untuk kerja sama di bidang lain ke depannya. (oly/nir)