”Baru saja kami memulai pemanasan rupanya sudah mendapat beberapa koreksi dari dosen pendamping,” jelas Fauzan Adzimaa, salah satu peserta. Ia mengatakan perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada kelompoknya saja, bahkan pada seluruh bidang yang ada. Sayangnya, perombakan total masih saja terjadi di masa-masa klimaks seperti camp ini.
Namun, hal ini ditanggapi positif olehnya, pasalnya, Fauzan mengatakan justru di dalam proses seperti ini para peserta dituntut untuk terus berbenah agar dapat tampil maksimal. ”Umumnya kami mendapat pencerahan selama sesi singkat ini, meski tak bisa dipungkiri para peserta butuh bekerja keras untuk itu,” terangnya.
Selain itu, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ini juga berusaha membangun motivasi dirin sendiri. ”Intinya jika waktu presentasi belum dimulai maka disaat itu pula masih ada waktu untuk kami berbenah,” ucap mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS ini.
Lain Fauzan, lain lagi dengan Kamal Habibi Bagar, salah satu peserta di bidang PKMP ini mengungkapkan alasannya mengapa dirinya sangat antusias dengan kegiatan ini. ”Kita itu membawa harga diri ITS, jadi kepercayaan diri merupakan salah satu modal utama yang harus dibangun,” kata pria yang akrab disapa Bagar ini.
Program sleep over PKM pun diyakininya menjadi salah satu cara sehingga tim nya bisa seperti saat ini. ”Walau ada anggota yang jatuh sakit karena kelelahan mengikuti program ini, namun kami sangat mengapresiasi usaha dari semua pihak dalam membantu kami di Pimnas ini,” ujarnya. Menurutnya sivitas akademika ITS telah memberikan service level yang maksimal dalam menunjang kesuksesan para kontingen di Pimnas XXVI. (man/fz)