Sebanyak 10 bus memulai perjalanan dari Taman Alumni menuju kota tujuan. Dengan rute meliputi Surabaya-Bojonegoro, Surabaya-Sumenep, Surabaya-Banyuwangi Utara, Surabaya-Banyuwangi Selatan, Surabaya-Trenggalek, Surabaya-Ngawi, Surabaya-Blitar, dan Surabaya-Pacitan.
Senada dengan Tri Yogi, Isa Anshori mengajak para pemudik untuk selalu mengingatkan sopir agar tidak ngebut. ”Keselamatan penumpang lebih penting dari segalanya,” tuturnya.
Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang telah menyiapkan mudik bareng. Pasalnya, mulai dari registrasi, penataan panggung, pemberian kuitansi, pendataan, maupun rundown acara dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS dan Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS. ”Semoga kita semua bisa masuk surga karena bisa membantu orang,” ungkap Isa.
Sambutan positif pun datang dari para pemudik karena Mudik Bareng Gratis dianggap menjadi solusi jitu saat hendak pulang ke kampung halaman untuk berlebaran. Farid Mustofa, salah satunya. ”Program ini sangat membantu warga yang ingin pulang kampung,” ucap Farid. (ady/fi)