Kode Bisnis 2013, Ajak Pelajar Berwirausaha

Published on
By

Kode Bisnis tahun ini mengusung tema Green and Technology. ”Tidak semua proposal sesuai dengan tema, tapi itu wajar, tetap kami terima dengan perhitungan nilai yang beda,” kata Pasca Hariyadi Winanda, ketua panitia Kode Bisnis 2013.

Dari 34 proposal rancangan bisnis yang terdaftar, panitia telah memilih sepuluh proposal terbaik untuk dipresentasikan pada Sabtu (25/5). Kebanyakan peserta mengajukan ide bisnis dalam bentuk produk makanan. Untuk memenuhi kriteria Green and Technology, ada pula yang terpikir untuk berbisnis dengan metode daur ulang.

Bagi UKM WE&T, tak hanya mahasiswa yang mampu merancang ide bisnis, pelajar SMA pun memiliki kreativitas dan minat yang potensial. Meski begitu, kemampuan dalam berwirausaha tak begitu saja terbentuk secara instan. Itulah mengapa UKM WE&T memberikan kesempatan kepada pelajar SMA se-Jawa Timur untuk belajar berwirausaha.

Setelah melakukan presentasi, akan terpilih tiga pemenang Kode Bisnis. Tiga pemenang ini yang kemudian mendapat pembinaan dan pendanaan dari UKM WE&T. ”Kami berikan 50 persen di muka sambil melakukan pembimbingan,” Pasca menjelaskan.

Sebelum presentasi rancangan bisnis, UKM WE&T juga menyelenggarakan seminar untuk masyarakat umum. Tyas Nastiti, pengusaha sepatu Klastik Shoes yang meraih Juara Wirausaha Muda Mandiri 2012 pun bercerita mengenai banyak hal. Termasuk cara membangun tim atau rekan bisnis, juga cara mempromosikan produk.

Selain Tyas, Eko Sugiarto juga bercerita mengenai teori dalam berbisnis. Alumni Jurusan Teknik Kimia ITS ini sukses membangun bisnis Teh Racek di Malang, Jawa Timur. Baginya, sebelum membangun usaha, ada teori yang harus dipelajari. Sama seperti Tyas, Eko pun menyarankan sebaiknya bisnis yang sedang dibangun sejalan dengan minat atau kegemaran peserta. (set/fi)

×