YES, Konferensi Keteknikan Pertama di Indonesia

Published on
By

YES merupakan sebuah konferensi ilmiah untuk mahasiswa teknik dan sains. Konferensi ini diadakan guna membangkitkan kembali forum mahasiswa teknik, serta membuktikan bahwa karya mahasiswa teknik sangat bermanfaat bagi masyarakat. ”Kita boleh mengikuti forum-forum leadership, namun tidak harus melupakan forum keteknikan,” ungkap Dedy Nur Arifin, Menteri Hubungan Luar BEM ITS.  

Mahasiswa yang akrab disapa Dedy ini mengatakan bahwa cikal bakal dari YES sebenarnya sudah ada sejak kepengurusan BEM periode sebelumnya. Kala itu, para petinggi BEM merencanakan untuk menggelar YES di ITS tahun 2014 dengan skala internasional.

Namun ketika memasuki kepengurusan BEM periode 2012-2013, program tersebut dirasa terlalu berani dan berisiko. Pasalnya, untuk acara perdana yang melibatkan mahasiswa engineer dari berbagai negara, mahasiswa ITS sepertinya belum siap. Sehingga, diputuskan untuk menggelar YES 2013 dalam skala nasional terlebih dahulu. ”Konferensi ini sebagai ajang pemanasan sebelum YES Internasional tahun 2014 nanti,” ujar Dedy.

Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika tersebut melanjutkan, untuk konsep acara YES sendiri tak jauh berbeda dengan konferensi ilmiah pada umumnya. Sebagai langkah awal, panitia akan menyeleksi 150 proposal yang dinilai paling aplikatif. Kemudian, peserta yang proposalnya lolos akan diundang ke ITS untuk melakukan diskusi.

Diskusi akan dibagi dalam beberapa focus group discussion (FGD). Setelah itu, peserta akan mempresentasikan karya-karya mereka yang telah direvisi saat forum FGD. ”Saat FGD nanti, peserta akan dibimbing oleh changemaker,” tambah Dedy.

Topik yang akan dibahas pada YES 2013 meliputi tiga aspek keteknikan. Yaitu energy, urban living community and environment, serta IT and digital services. ”Sehingga tema proposal peserta harus mengacu pada salah satu topik tersebut,” ujar Fajar Ramadhan, Dirjen Kelembagaan Kementrian Hubungan Luar BEM ITS.

Fajar berharap, konferensi YES 2013 dapat berjalan lancar dan aman. Ia juga berharap para peserta dapat memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat setelah mengikuti konferensi.  ”Semoga karya-karya peserta dapat segera diaplikasikan seusai konferensi ini,” pungkas mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ITS tersebut. (ali/izz)

×