Pelatihan ini sangat menarik karena ibu-ibu binaan ini langsung dilatih oleh guru-guru tata boga SMKN 6. Pada kesempatan tersebut, mereka dilatih membuat kue brownies dengan benar dan dengan rasa yang menjual. Heny Purwanti S.pd dan Fachiyatul Ismira S.pd MM adalah dua guru yang sengaja didatangkan.
”Dalam pembuatan brownies yang paling penting saat mengaduk adonan tidak boleh terlalu lama karena permukaan kue pasti tidak rata,” jelas Heny, selaku trainer. Antusiasme ibu-ibu binaan pun nampak jelas. Mereka gembira bisa dilatih langsung oleh ahli pembuat kue. "Selama ini saya hanya membuat kue brownies sesuai resep dari teman, sekarang langsung dari ibu gurunya," tutur Sundari, salah satu warga binaan BPU JMMI ITS.
Mochammad Reza, Direktur BPU, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja. BPU akan secara berkelanjutan melakukan pendampingan terhadap ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini. Pendampingannya yakni berupa mencarikan jaringan untuk penyaluran kue brownies jika nanti dibuka usaha. "Kita juga akan mencoba mencarikan modal untuk usaha ibu-ibu ini dari sponsor dan program Seribu Tabungan Amal di ITS," jelas mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ini.
Selain mencarikan jaringan, BPU juga berencana untuk melakukan monitoring terhadap perkembangan usaha serta memberikan konsultasi branding dan packaging. "Mungkin saja nanti setiap acara-acara di ITS untuk konsumsi bisa beli ke usaha ibu-ibu ini," cetus mahasiswa asli Pekalongan ini.
Sementara itu, walaupun daerah binaan dari BPU JMMI tercatat ada empat, yaitu Gebang, Keputih, Medokan, dan Kejawan, namun hanya daerah terakhir ini yang mendapat kesempatan untuk melakukan pelatihan kewirausahaan ini. "Tahun lalu BPU mengalami kendala ketika follow up pasca pelatihan, sehingga tahun lalu tidak maksimal," pungkasnya. Tahun ini Reza berharap kegiatan ini bisa maksimal dalam melakukan binaan kepada ibu-ibu Kejawan untuk berwirausaha. (m2/ais/fz)