IPITS Usai, Masih Salah Jurusan

Published on
By

Pada prinsipnya, tidak ada yang berbeda dengan IPITS tahun ini. Mereka yang mengikuti IPITS adalah mahasiswa S1 dan D3 saja. Sementara untuk Lintas Jalur (LJ), S2 dan S3 diserahkan ke jurusan masing-masing.

Secara keseluruhan terdapat 26 gugus. Rinciannya adalah 25 gugus sebagai tempat pelaksanaan IPITS. Satu sisanya merupakan gugus pusat yang terletak di ruang kemahasiswaan ITS. Gugus tersebut tersebar di seluruh penjuru ITS. Selain memanfaatkan aula jurusan, IPITS juga menggunakan gedung Teater A, Teater B, Teater C, bahkan Pusat Robotika.

Pada IPITS ini memang terjadi kenaikan jumlah gugus. ”Jumlah mahasiswa bertambah karena penambahan jurusan dan mahasiswa ITK. Jadi memang jumlah gugusnya harus ditambah,” terangnya.

Hal-hal terkait administrasi, pendidikan, keuangan menjadi materi yang disampaikan pada hari pertama. Sementara hari kedua, diisi tentang informasi kemahasiswaan. Pokok penekannya ada pada kegiatan organisasi mahasiswa dan Satuan Kegiatan Ekstrakurikuler Mahasiswa (SKEM).

Yang membedakan dari tahun sebelumnya adalah materi tentang Organisasi Tata Kerja (OTK) terbaru ITS. ”Isinya meliputi struktur ITS terbaru,” lanjut Bambang. Selain itu, materi tentang kewirausahaan juga menjadi nilai pembeda IPITS tahun ini.

Di hari ketiga, kegiatan IPITS dilaksanakan oleh jurusan. Pada hari terakhir ini dibedakan menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah sesi jurusan. Di dalamnya berisi materi mengenai organisasi jurusan, kurikulum dan cara belajar yang efektif.

Sementara sesi kedua diserahkan pada himpunan. Tujuannya, agar maba dapat mengenal hal-hal yang terkait himpunan jurusan. Dalam kesempatan tersebut maba juga mendapatkan materi mengenai laboratorium di masing-masing jurusan.

ITS-ITK Jadi Satu
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa tahun ini ITS mendapatkan kehormatan untuk mendidik mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Bagaimanapun,100 maba ITK merupakan bagian dari maba ITS tahun ini. Untuk itu, mereka (maba ITK, red) tetap mendapat kewajiban mengikuti IPITS.

Bambang menambahkan bahwa tidak ada perbedaan pelaksanaan IPITS untuk maba ITK. Mereka membaur dengan mahasiswa ITS. ”Harapannya mereka juga mendapatkan informasi yang sama,” ujar dosen D3 Teknik Mesin ini.

Integrasi ini juga dilaksanakan dalam rangka mengusahakan mahasiswa ITK agar dapat belajar dari ITS. Hal ini cukup beralasan mengingat ke depan mereka akan menjadi pionir di ITK. Baik dalam bidang akademik maupun kemahasiswaan.

Maba Salah Jurusan

Rupanya, meski telah mendapatkan IPITS dua hari, masih saja ada mahasiswa yang salah ruang. Salah satunya adalah Rahadian P. Ia seharusnya mengikuti IPITS di Jurusan Teknik Kimia untuk jenjang S1. Padahal, ia terdaftar sebagai mahasiswa D3 Teknik Kimia ITS.

Rahadian mengaku tidak menyadari kesalahannya. Cerita bermula ketika sesi pembagian kelompok. Merasa namanya tidak tercantum dalam daftar, ia pun mengatakan kepada panitia. Awalnya, panitia juga tidak menyadarinya. Akhirnya, semuanya jelas ketika ia menuliskan Nomor Pokok Registrasi (NRP). Pasalnya terdapat kode 03 pada NRP-nya.

Saat itu juga, panitia mengomunikasikan dengan pihak D3 Teknik Kimia. Usai dijelaskan oleh panitia, Rahadian memahaminya. ”Maaf, saya tidak menyadarinya,” ujarnya sambil berkemas. (ran/esy)

×