Keberhasilan ITS yang mampu meloloskan tim terbanyak, telah mengukir sejarah Pimnas XXV. Keberhasilan tersebut seolah membangkitkan semangat juang untuk merebut titel juara umum, setelah dua tahun berturut-turut sebagai runner up.
Lima bus yang berjajar rapi di pelataran Gedung Rektorat ITS siap menempuh perjalanan selama 6 jam. Lelah memang jika dibayangkan. Namun, sedikitpun tidak menyurutkan semangat juang para peserta.
Bagaimana tidak, selangkah lagi nasib mereka diadu setidaknya dengan 113 perguruan tinggi yang tergabung dalam peserta Pimnas. ”Karena ini pertama kali, tentu saya sangat antusias sekali, apalagi melihat perjuangan teman-teman semuanya,” ungkap Hanny Adiati, salah satu perwakilan ITS.
Keberangkatan kali ini tentunya membawa harapan besar bagi seluruh tim. Kekalahan dari Universitas Gajah Mada (UGM) pada tahun lalu dianggapnya sebagai suntikan motivasi. Hal itu selaras dengan seruan yang sering disuarakan dengan lantang, yaitu ”gulingkan gajah di kandangnya”.
Tahun ini, event akbar tahunan tersebut diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Selaku tuan rumah, UMY mengaku siap menyambut peserta Pimnas XXV. Hal ini terlihat dalam website resmi mereka yang menyebutkan,UMY berkomitmen akan membuat kegiatan ini jadi menyenangkan dan tidak terlupakan. (lik/nir)
Website resmi UMY selaku tuan rumah Pimnas XXV dapat dikunjungi di pimnas.umy.ac.id