Sekarang Kolam, Tiga Tahun Lagi Restoran

Published on
By

Memang tak semua masyarakat merasakannya. Hanya mereka saja yang terlibat dalam Kampung Binaan Sosiopreneur berbasis Ternak Lele. Lokasinya di kawasan Keputih Pompa, Sukolilo.

Departemen Public Relation and Communication (PRC), Himatekk telah melakukan survei selama empat bulan sebelum akhirnya menentukan lokasi tersebut. Sesuai rencana, dana O3 akan digunakan untuk membantu masyarakat di lokasi pilihan.

”Di sana ada lahan kosong yang dapat dibuat kolam bersama,” ujar Muhammad Iqbal, koordinator acara. Sejak Senin (21/5) lalu, tim PRC bersama dengan warga desa membuat kolam lengkap dengan perlengkapannya.

Yang menarik, Himatekk turut menggandeng Departemen Sosial Masyarakat (Sosmas) Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika (HMTF). Pembagian tugas pun dilaksanakan. HMTF lebih fokus pada pelatihan budidaya lele.

Sementara Himatekk banyak bergerak pada pra dan pasca panen. Yaitu mulai dari pembuatan kolam hingga penjualan lele. Selain itu, tim dari Himatekk juga melakukan pengawasan rutin untuk memantau kondisi ikan.

Himatekk juga mengandeng Dinas Pertanian bidang Perikanan Kotamadya Surabaya. Usaha potensial ini akan diberi sebuah branding tersendiri agar dapat berkembang lebih pesat. Sebagai bentuk dukungan, pihak Dinas Pertanian turut memberikan 500 bibit ikan lele.

Iqbal menjelaskan, ada target rencana strategis (renstra) budidaya lele ini selama tiga tahun. ”Target besarnya ingin mendirikan rumah makan lele dan terdaftar dalam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” terang mahasiswa angkatan 2010 ini. (ran/lis)

×