Kegiatan bertajuk Terokan Ilmiah di Bumi Surabaya ini memang diagendakan oleh UMT agar dapat bertukar informasi dengan FTK ITS seputar pendidikan teknologi maritim. ”Departemen Maritime Technology baru berdiri lima tahun di UMT, maka dari itu kami ingin belajar dengan FTK ITS yang telah lama berpengalaman di bidang pendidikan ini,” ungkap Ainun Naeimah, Ketua Program Kunjungan Studi.
Sedikitnya terdapat 23 mahasiswa Departemen Maritime Technology UMT yang mengikuti kegiatan ini. Mereka berencana akan berada di Surabaya hingga Sabtu (12/11) mendatang. ”Kami akan tinggal selama lima hari di Surabaya, selama itu kami akan mengunjungi beberapa tempat,” terang Naeimah. Sejumlah tempat itu disebutkan Naeimah antara lain Laboratorium Hidrodinamika Indonesia (LHI), Perusahaan Pelayaran Indoenesia (Pelindo), dan PT PAL Indonesia.
Naeimah juga menjelaskan, UMT ingin mengajak FTK ITS bekerja sama. ”Kami ingin mengajak FTK ITS bekerja sama mengadakan Martech (Marine Technology, red), itu semacam kegaiatan seminar,” jelasnya.
Senada dengan yang dikatakan Naeimah, pada acara penyambutan ini Djauhar turut menyatakan bahwa berawal dari kegiatan ini, kemungkinan kerja sama antara FTK ITS dan UMT juga semakin terbuka lebar. ”Kegiatan ini adalah langkah awal yang baik untuk menjalin kerjasama antara ITS dan UMT,” pungkas Djauhar. (ald/fi)