JMMI ITS Mengajar 2026 Hadirkan Semangat Belajar Santri Madura

Terbit pada

Senin, 5 Oktober 2026

Tim pengajar JMMI Mengajar 2026 bidang TKA ketika melakukan kegiatan belajar mengajar untuk siswa tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan cakupan materi Bahasa Indonesia dan matematika

Madura, ITS News — Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat (abmas) melalui program JMMI Mengajar 2026. Berlangsung selama enam hari, 13–18 Juli 2026, kegiatan ini menyasar peserta didik jenjang SD hingga SMA di Pondok Pesantren Darus Salam, Torjun, Madura.

Mengusung semangat berbagi ilmu dan pengalaman, JMMI Mengajar 2026 menghadirkan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap jenjang pendidikan. Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa ITS untuk berkontribusi secara langsung dalam mendukung akses dan kualitas pendidikan bagi para santri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembelajaran intensif persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi siswa kelas 12 SMA. Peserta mendapatkan pemantapan materi, latihan soal, hingga strategi menghadapi berbagai tipe soal. “Pembelajaran tersebut diharapkan dapat membantu peserta lebih siap dalam menghadapi proses seleksi pendidikan tinggi,” ujar Ihyaul Ummah, Ketua Pelaksana JMMI Mengajar 2026.

Tim pengajar JMMI Mengajar 2026 Bidang Fun Edukatif saat melakukan kegiatan belajar mengajar kepada siswa-siswi tingkat Madrasah Aliyah (MA)

Selain persiapan UTBK, peserta jenjang SMA juga mengikuti program Fun Edukatif. Melalui pendekatan interaktif dan simulasi, peserta diajak mempelajari kepemimpinan, kewirausahaan, serta praktik pertolongan pertama. Pembelajaran dirancang agar peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, siswa kelas 9 SMP memperoleh pembelajaran Tes Kemampuan Akademik (TKA). Materi disampaikan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat pemahaman peserta. “Selain memperkuat kemampuan akademik, pembelajaran ini diarahkan untuk membangun kepercayaan diri siswa dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya,” jelas Ihyaul.

Keceriaan juga mewarnai kegiatan bagi peserta didik jenjang SD. Melalui Eksperimen Sains, peserta diajak belajar sambil bermain dengan melakukan eksperimen Pasta Gigi Gajah dan pembuatan es krim. Pendekatan tersebut menjadi cara bagi para peserta untuk mengenal konsep sains melalui pengalaman langsung yang menyenangkan.

Tim pengajar JMMI Mengajar 2026 bidang Sains Eksperimen saat mengajak siswa melakukan eksperimen pembuatan reaksi kimia gunung vulkanik menggunakan pelaratan dan bahan sederhana

Pelaksanaan JMMI Mengajar 2026 ini tidak terlepas dari dukungan pengasuh dan pengurus Pondok Pesantren Darus Salam Torjun, Madura. Koordinasi dilakukan sejak tahap persiapan hingga kegiatan berakhir guna memastikan seluruh rangkaian pembelajaran berjalan dengan baik.

Menurut Ihyaul, melalui JMMI Mengajar 2026, diharapkan peserta dapat terus semangat belajar, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak hanya berkembang dalam bidang akademik. “Tetapi juga dalam keterampilan dan pengalaman yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” imbuh Ihyaul.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Pondok Pesantren Darus Salam yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. “Semoga kolaborasi antara JMMI ITS dan Pondok Pesantren Darus Salam dapat terus terjalin dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang,” tuturnya.

Tim pengajar JMMI Mengajar 2026 bidang UTBK sedang melakukan kegiatan belajar mengajar kepada para siswa tingkat Madrasah Aliyah (MA)

Kegiatan yang ditutup pada 18 Juli 2026 lalu ini menjadi pengalaman tersendiri bagi panitia dan pengajar JMMI ITS. Selama enam hari, mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga belajar untuk memahami kebutuhan peserta didik serta dinamika pengabdian di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, JMMI ITS turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Utamanya pada poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan juga poin ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.

Dengan berakhirnya rangkaian JMMI Mengajar 2026, semangat berbagi ilmu diharapkan tidak berhenti pada enam hari pelaksanaan. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa ITS untuk terus berkontribusi dalam bidang pendidikan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

×