
Kampus ITS, ITS News — Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginisiasi seminar Cybesecurity Breakthrough (Cybreak) 2026, Sabtu (12/9). Kegiatan ini hadir sebagai media untuk merumuskan strategi keamanan siber nasional dalam menghadapi potensi ancaman akal imitasi (AI) dan komputasi di era kuantum.
Dekan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS Prof Dr Ir Diana Purwitasari SKom MSc menyampaikan, acara ini turut memberikan pemahaman mengenai kriptografi dan keamanan siber. Seminar bertajuk Building Quantum-Ready Cyber Resilience in the AI Era ini juga menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ketahanan digital. “Upaya ini penting untuk menghadapi pesatnya perkembangan teknologi yang diiringi tantangan baru di bidang keamanan siber,” tambahnya.

Dalam sesi utama, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI Drs Slamet Aji Pamungkas MEng menekankan pentingnya penerapan arsitektur Zero Trust di tengah pesatnya transformasi digital. Menurutnya, ancaman siber era ini kian canggih sehingga keamanan digital tidak bisa dipandang sebelah mata. “Keamanan siber harus dijadikan sebagai investasi jangka panjang,” tegasnya.
Slamet juga menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi yang dikelola oleh berbagai institusi, termasuk perguruan tinggi. Ia mengingatkan bahwa data pribadi masyarakat adalah amanah yang wajib dijaga ketat dari potensi kebocoran data. “Data pribadi jangan hanya dianggap sebagai aset digital, tetapi harus dijaga bersama,” tuturnya mengingatkan.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi ITS Bagus Jati Santoso SKom PhD memaparkan fenomena bahaya panen sekarang, dekripsi nanti. Fenomena ini merupakan bentuk serangan peretas yang mengumpulkan data terenkripsi untuk dibuka ketika teknologi spektrum matang. “Riset dan migrasi menuju Post-Quantum Cryptography harus disiapkan sejak dini,” jelasnya.
Kegiatan ini juga diperkuat oleh sinergi bersama mitra penyedia solusi siber global, seperti Virtus Technology Indonesia, Palo Alto Networks, dan Red Hat yang memaparkan kesiapan infrastruktur serta jaringan siap berukuran besar. Kolaborasi ini selaras dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)
Reporter: Naila Zalfa Hamidah
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham