Bahas Energi Terbarukan, TEP ITS Gandeng Pemda Manokwari Selatan - ITS News

Bahas Energi Terbarukan, TEP ITS Gandeng Pemda Manokwari Selatan

Published on
By
Focus Group Discussion (FGD) antara Tim Ekspedisi Patriot ITS dan Pemerintah Daerah Manokwari Selatan sepakati pengembangan energi terbarukan

Manokwari Selatan, ITS News Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 16 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Kementerian Transmigrasi RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis Turbin Angin Skala Kecil di Kawasan Transmigrasi Momiwaren”, Selasa (1/9). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manokwari Selatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis.

FGD ini merupakan rangkaian dari program riset lapangan TEP yang bertujuan mengidentifikasi potensi ekonomi, memetakan sumber daya alam, dan menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data untuk kawasan transmigrasi. Diskusi difokuskan pada rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) mikro berkapasitas 2.000 Watt yang akan menjadi proyek percontohan energi hijau di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil diskusi intensif, seluruh perwakilan instansi dan pemangku adat menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Kepala Distrik Momiwaren Corneles Ainusi SH dan Kepala Distrik Ransiki Nedi Palobang Roreng SH optimis dan siap mengoordinasikan pembebasan lahan bersama kepala kampung dan dewan adat. Bahkan, Dewan Adat Momiwaren menegaskan bahwa pihaknya mengikuti keputusan kepala kampung dan menyatakan kesiapan lahan untuk kepentingan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dukungan juga mengalir dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Muh Kasim Rumatiga SHut MSi selaku Kepala DLH Manokwari Selatan menyambut baik inisiatif ini sebagai solusi atas keterbatasan pasokan listrik di wilayah tersebut. Dinas Perikanan juga melihat potensi besar pemanfaatan energi ini untuk menggerakkan pompa air, pengeringan hasil tangkapan, dan pendingin penyimpanan ikan. Sementara itu, Dinas Pariwisata menilai keberadaan energi listrik di Pantai Bovo akan menjadi pendukung utama pengembangan potensi wisata, bertepatan dengan rencana pembangunan gazebo di kawasan tersebut pada tahun anggaran 2027.

Tim TEP 16 telah melakukan survei dan pengukuran angin di sejumlah titik lokasi. Berdasarkan hasil pengukuran, Pantai Dembek mencatat kecepatan angin maksimum tertinggi mencapai 13,00 m/s dan kecepatan rata-rata tertinggi 8,97 m/s. Data ini menjadi pertimbangan utama dalam matriks penilaian yang mengarah pada penetapan Pantai Dembek, Distrik Momiwaren dan Pantai Bovo, Distrik Ransiki sebagai lokasi prioritas pembangunan PLTB. Kedua lokasi dinilai layak secara teknis, mendapat dukungan masyarakat, dan memiliki manfaat untuk pengembangan ekonomi yang signifikan.

Ketua Tim TEP 16, Prof Dr Agung Purniawan ST MEng (kiri) bersama pemangku adat dan perangkat desa saat akan menyelenggarakan focus group discussion (FGD)

Ketua Tim TEP 16, Prof Dr Agung Purniawan ST MEng menekankan pentingnya rasa kepemilikan masyarakat terhadap aset ini. “Kelangsungan dan perawatan kedepannya harus melibatkan SDM lokal dengan dukungan pemangku kebijakan yang terkait,” tegasnya dalam diskusi.

Para peserta sepakat bahwa keberhasilan pilot project ini akan menjadi contoh bagi pengembangan energi terbarukan di Manokwari Selatan dan kedepan akan dilakukan duplikasi di tempat yang lainnya. Selain itu program ini berpotensi menjadi program unggulan yang akan dipersembahkan untuk HUT Manokwari Selatan pada 16 November 2026. Isu strategis yang dibahas pada FGD ini turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)

×