ITS Gandeng BRMP Jatim Terapkan Platform Dekarbonisasi Padi - ITS News

ITS Gandeng BRMP Jatim Terapkan Platform Dekarbonisasi Padi

Published on
By
Dashboard ADIPA
Tampilan Dashboard Platform Akselerasi Dekarbonisasi Padi (ADIPA) hasil pengembangan penelitian Prof Erma Suryani ST MT PhD beserta tim

Malang, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mempercepat langkah hilirisasi riset terkait mitigasi perubahan iklim. Kali ini, tim peneliti ITS melakukan audiensi resmi dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Jawa Timur di Malang, 24 Agustus lalu. Pertemuan ini membahas implementasi platform Akselerasi Dekarbonisasi Pertanian Padi (ADIPA).

Ketua Tim Peneliti ITS Prof Erma Suryani ST MT PhD memaparkan bahwa sektor pertanian komoditas padi rupanya menyumbang emisi gas rumah kaca yang masif. Jejak karbon dari lahan sawah di Jawa Timur mencapai 1,2 hingga 1,68 juta ton karbon dioksida ekuivalen. “Dibutuhkan solusi teknologi agar ketahanan pangan dan dekarbonisasi dapat berjalan beriringan,” terang akademisi kelahiran Sumenep tersebut.

Potret Prof Erma Suryani ST MT PhD
Potret Prof Erma Suryani ST MT PhD saat melakukan sosialisasi mengenai pengembangan ADIPA ke pihak BRMP Jatim

Berangkat dari permasalahan tersebut, Erma dan timnya mengembangkan platform ADIPA yang mengintegrasikan pemodelan System Dynamics dengan kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT). Simulasi sistem ini membuktikan bahwa metode pengeringan berkala atau Alternate Wetting and Drying (AWD) mampu menaikkan produktivitas padi hingga 4,5 persen. Skenario tersebut diproyeksikan mampu menekan emisi hingga 20 persen pada 2040 mendatang.

Tidak hanya berfokus pada metode pengeringan berkala, model ADIPA turut menyimulasikan berbagai skenario mitigasi lainnya. Skenario tersebut mencakup pengelolaan limbah jerami tanpa bakar atau zero burning serta manajemen nutrisi presisi menggunakan Bagan Warna Daun (BWD). Selain itu, platform ini turut memperhitungkan variabel penggunaan varietas padi rendah emisi secara presisi.  

Secara teknis, dashboard interaktif ADIPA menyajikan pemetaan sebaran emisi spasial yang dilengkapi dengan sistem peringatan dini. Fasilitas pintar ini dirancang mumpuni untuk mendeteksi anomali lingkungan seperti lonjakan gas metana di suatu kawasan. Guna menjamin keakuratan simulasi, model dinamis tersebut telah divalidasi ketat dengan tingkat kesalahan di bawah 5 persen.  

Potret Putu Ardhanata Pratama
Potret Putu Ardhanata Pratama selaku asisten peneliti ADIPA saat memaparkan hasil penelitian di BRMP Jatim

Dari sisi pengembangan, Asisten Peneliti Tim IT ADIPA Putu Ardanatha Pratama menjelaskan bahwa infrastruktur sistem ini sangat adaptif. Platform dirancang untuk menyerap data melalui Application Programming Interface (API) publik dari berbagai lembaga resmi pemerintah. “Kami selalu memastikan perhitungan valid dan antarmuka sistem mudah digunakan oleh petani,” ujar mahasiswa Departemen Teknik Informatika ITS tersebut.

Audiensi tersebut memantapkan peran BRMP Jawa Timur sebagai mitra verifikasi model dan penguji coba lapangan. Keberlanjutan platform ADIPA akan dikelola lewat skema tata kelola kolaboratif antara akademisi dan instansi pemerintah daerah. Hal ini menjamin sistem tetap relevan dan andal setelah masa pendanaan riset berakhir.

Potret tim ADIPA
Potret Prof Erma Suryani ST MT PhD (tengah) bersama tim peneliti dan pengurus BRMP Jatim setelah sosialisasi ADIPA

Inovasi ini secara nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-2 mengenai Tanpa Kelaparan dan poin ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Erma berharap riset ini dapat menjadi landasan kebijakan publik yang tepat sasaran. “Sinergi ini harus berkontribusi pada penurunan emisi nasional tanpa mengorbankan ketahanan pangan,” tegas dosen Departemen Sistem Informasi ITS tersebut. (*) 

 

Reporter: Dicka Elkana Putra
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi

×