Optimalkan Aktivitas Ekonomi Pasar Tunjungan, Mahasiswa ITS Kembangkan Virtual Tour Berbasis Web - ITS News

Optimalkan Aktivitas Ekonomi Pasar Tunjungan, Mahasiswa ITS Kembangkan Virtual Tour Berbasis Web

Published on
By
Tampilan platform WebGIS interaktif eEconomic Tunjungan Market yang dikembangkan oleh tim abmas Teknik Geomatika ITS

Surabaya, ITS News  Berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi Pasar Tunjungan, lima mahasiswa Departemen Teknik Geomatika, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan solusi digital melalui eEconomic Tunjungan Market. Platform WebGIS interaktif ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mengeksplorasi pasar sekaligus membuka akses informasi usaha secara lebih transparan.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (abmas) dalam rangkaian Kemah Kerja (Field Camp Thematic) 2026 yang dilaksanakan bersama mitra PD Pasar Surya. Tim yang beranggotakan Nabillah Intan Rakhmawan, Natasya Veliandita Budiansyah, Aurelia Shalsabella Putri Aprillia, Nugroho Bagus Sampurno, serta Aditya Pradnya Widagda dibimbing langsung oleh tiga dosen Departemen Teknik Geomatika ITS, Agung Budi Cahyono ST MSc DEA, Hepi Hapsari Handayani ST MSc PhD, dan Failaqul Haq SKom MT.

Pasar Tunjungan merupakan salah satu pasar tradisional bersejarah di pusat Kota Surabaya yang masih menghadapi tantangan dalam menarik pengunjung. Hasil observasi lapangan dan wawancara yang dilakukan tim menunjukkan sejumlah persoalan, seperti banyaknya unit toko yang kosong, sistem informasi sewa yang belum transparan, kondisi fisik bangunan yang kurang terawat, serta minimnya fasilitas umum. Di sisi lain, belum tersedianya platform digital yang mengintegrasikan informasi pasar membuat calon penyewa dan pengunjung kesulitan memperoleh informasi mengenai ketersediaan ruang usaha, harga sewa, maupun kondisi pasar. Situasi tersebut dinilai dapat menghambat optimalisasi potensi ekonomi Pasar Tunjungan.

Temuan tersebut diperkuat melalui kuesioner yang melibatkan pedagang, pengunjung, serta masyarakat yang belum pernah berkunjung ke Pasar Tunjungan. Sebanyak 100 persen pedagang yang menjadi responden menyatakan bahwa platform informasi tenant dan visualisasi pasar berpotensi meningkatkan daya tarik pengunjung maupun calon pedagang. Sementara itu, kebutuhan pengunjung terhadap informasi digital yang mudah diakses memperoleh rata-rata penilaian 4,79. Tak hanya itu, masyarakat yang belum pernah berkunjung juga memberikan respons positif dengan rata-rata 4,75 terhadap potensi platform digital tersebut dalam meningkatkan minat kunjungan.

Fitur Virtual Tour 360° yang memungkinkan pengunjung menjelajahi pasar secara virtual.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim mengembangkan eEconomic Tunjungan Market yang memiliki empat fitur utama. Fitur pertama adalah 360° Visualization yang memungkinkan pengguna melihat kondisi pasar melalui tur virtual berbasis foto panorama. Selanjutnya, Floor Plan Database menghadirkan denah interaktif setiap lantai yang dilengkapi informasi tenant, seperti nama usaha, status, ukuran, jenis usaha, jam operasional, kisaran harga, hingga foto. Fitur ini diharapkan dapat membantu masyarakat maupun calon penyewa memperoleh gambaran kondisi ruang usaha sebelum datang langsung ke lokasi.

Fitur ketiga berupa Peta Tematik yang memvisualisasikan persebaran serta status keterisian tenant di setiap lantai. Adapun fitur keempat, Interactive Map, menyajikan lokasi pasar, area parkir, dan fasilitas di sekitarnya yang terhubung dengan Google Maps. Dalam proses pengembangannya, tim melakukan pengambilan 70 foto 360° yang terdiri atas 46 foto di lantai pertama dan 24 foto di lantai kedua. Tim juga membangun basis data lebih dari 90 tenant dengan berbagai atribut informasi usaha yang kemudian diintegrasikan ke dalam platform digital.

Tidak berhenti pada penyajian visual, eEconomic Tunjungan Market dikembangkan sebagai jembatan informasi antara pengelola pasar, pedagang, calon penyewa, dan masyarakat. Kehadiran data tenant dalam satu platform memungkinkan informasi mengenai aktivitas usaha di dalam pasar disajikan secara lebih terstruktur dan mudah diakses. Platform ini telah dipublikasikan dalam versi desktop dan mobile melalui tautan economictm.geowebgis.id sehingga dapat digunakan oleh masyarakat secara luas. Selain website, tim juga menghasilkan sejumlah luaran pendukung berupa manual book, brosur, poster, dan dokumen laporan.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (abmas) saat memamerkan platform WebGIS eEconomic Tunjungan Market di Naraya Expo

Karya tersebut turut dipamerkan dalam NARAYA EXPO, pameran yang menampilkan hasil kerja kelompok Field Camp Thematic dan terbuka bagi masyarakat umum. Dalam pameran tersebut, platform mendapat respons positif dari pengunjung yang menilai keberadaannya membantu mereka mengeksplorasi serta memperoleh informasi mengenai Pasar Tunjungan.

Melalui eEconomic Tunjungan Market, mahasiswa Teknik Geomatika ITS berupaya menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dan data tidak hanya dapat menghadirkan kemudahan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali potensi ekonomi kawasan. Ke depan, platform tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung informasi yang lebih transparan sekaligus membantu masyarakat mengenal dan mengeksplorasi kembali Pasar Tunjungan. Lebih jauh, inovasi ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-1 tentang Tanpa Kemiskinan, poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (*)

×