Siapkan Wirausahawan Unggul, ITS Hadirkan Mentoring System - ITS News

Siapkan Wirausahawan Unggul, ITS Hadirkan Mentoring System

Published on
By
(dari kanan) Simon Zhang, Arman Hakim Nasution, dan Philip Tam hadir dalam CEO Talk 2026
(dari kanan) Simon Zhang, Arman Hakim Nasution, dan Philip Tam hadir dalam CEO Talk 2026

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkuat pembinaan talenta kewirausahaan melalui Mentoring System bagi calon wirausahawan dan perusahaan rintisan, Sabtu (15/8). Sistem pendampingan yang diperkenalkan dalam CEO Talk 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya ITS mencapai target tujuh persen lulusan berkarier sebagai wirausahawan pada 2027 mendatang.

Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PSPIKP) ITS Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng menekankan pentingnya pendampingan bagi calon wirausahawan dan perusahaan rintisan. Menurutnya, talenta kewirausahaan tidak cukup hanya dibekali ide, tetapi juga perlu mendapat pengalaman dalam menjalankan bisnis. Melalui Mentoring System, peserta dapat belajar dari pengalaman para mentor dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia bisnis.

Kepala Pusat Kajian Kebijakan Publik, Bisnis, dan Industri (PKKPBI) ITS Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng menjelaskan upaya pengembangan ekosistem kewirausahaan melalui CEO Talk 2026
Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PSPIKP) ITS Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng menjelaskan pentingnya Mentoring System dalam pengembangan talenta kewirausahaan melalui CEO Talk 2026

Dalam pelaksanaannya, ITS menghadirkan dua mentor internasional untuk memberikan perspektif langsung mengenai pengembangan usaha. Direktur Brighsun Group dan Technological Innovator Investment Liaison Philip Tam menyoroti pentingnya kualitas dan potensi talenta dalam menarik perhatian investor. Peserta juga dibekali kemampuan menyusun pitch serta menyampaikan gagasan bisnis secara efektif. “Investor mencari talenta muda yang dapat didampingi dengan baik,” tuturnya.

Selain dari sudut pandang investor, Founder Yieldra Protocol Simon Zhang menekankan pentingnya memahami kebutuhan pasar di tengah maraknya penggunaan akal imitasi (AI). Menurutnya, kemudahan menghasilkan ide melalui AI tidak otomatis menjamin keberhasilan bisnis apabila solusi yang dikembangkan tidak menjawab persoalan nyata. “Perusahaan rintisan dapat gagal dengan cepat ketika tidak memahami kebutuhan pasar,” tegasnya. 

Berbagai pembekalan tersebut membuat Mentoring System tidak hanya berfokus pada pencarian ide bisnis. Peserta juga dilatih untuk mengembangkan usaha, memahami keperluan konsumen, hingga mempersiapkan diri menghadapi investor. Program ini ditujukan bagi mahasiswa yang mengikuti program inkubasi, pebisnis muda, lulusan sekitar lima tahun terakhir, serta mahasiswa yang memiliki potensi menjadi wirausahawan. 

Sesi mentoring CEO Talk 2026 mengasah kesiapan peserta dalam mempresentasikan inovasi startup ITS
Sesi mentoring CEO Talk 2026 mengasah kesiapan peserta dalam mempresentasikan inovasi startup ITS

Pengembangan ekosistem kewirausahaan ITS turut diperkuat melalui Sociopreneur Camp yang memadukan pembelajaran dengan pengalaman lapangan. Rangkaian upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan wirausahawan yang mampu mengembangkan usaha sekaligus menciptakan peluang bagi masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. (*) 

 

Reporter: Nadhifa Raghda Syaikha
Redaktur: Mifda Khoirotul Azma 

×