
Kampus ITS, ITS News — Kemampuan memahami teknologi kini menjadi kebutuhan krusial bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI). Menjawab kebutuhan tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar pelatihan coding AI bagi siswa SMA. Pelatihan ini diselenggarakan di Laboratorium Pemrograman Departemen Teknik Informatika ITS, Rabu (12/8).
Ketua tim KKN Tematik ITS Dini Adni Navastara SKom MSc menjelaskan bahwa AI memiliki potensi besar dalam perkembangan teknologi di masa depan. Oleh karena itu, perkembangan masif ini perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan calon penggerak perkembangan dalam memahami teknologi tersebut. “Generasi muda ini seharusnya tidak hanya pandai menggunakan, namun memahami cara teknologi tersebut dibuat dan bekerja,” jelas Dini.
Dosen Departemen Teknik Informatika ITS tersebut menyampaikan bahwa pelatihan ini secara umum mengenalkan konsep machine learning melalui pengolahan data. Para siswa diperkenalkan pada proses training, ketika model mempelajari data untuk mengenali karakteristik tertentu hingga memberikan hasil secara otomatis. Melalui proses ini siswa tidak hanya melihat hasil produknya, tetapi juga memahami tahapan komputasi yang berlangsung di dalamnya.

Lebih lanjut, pelatihan yang menyasar 40 siswa siswi SMA Negeri 1 Bangkalan ini juga memberikan penguatan pemahaman computational thinking. Dini menuturkan bahwa siswa diajak memahami hubungan antar data sebagai masukan, proses pengolahan, hingga keluaran yang dihasilkan oleh sistem selama pelatihan. “Cara berpikir input-process-output ini diharapkan dapat mengasah kemampuan logika siswa dalam problem solving secara sistematis,” tuturnya.
Alumnus Teknik Informatika ITS tersebut mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan pengembangan dari program pengabdian yang sebelumnya menyasar siswa SD. Sebelumnya hanya mengenalkan game programming, kali ini tim memperluas sasaran kepada siswa SMA dengan memberikan pembelajaran pemrograman berbasis AI. Pengembangan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan program ke masyarakat umum.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan, para siswa juga memperoleh penugasan berupa proyek yang dikerjakan secara berkelompok. Hasil proyek tersebut selanjutnya dipresentasikan saat kegiatan pembelajaran di kelas. Hasil proyek tersebut akan dijadikan penilaian untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang dijelaskan melalui penentuan best idea dan best innovation.
Melalui pembelajaran yang kolaboratif, Dini berharap agar KKN Tematik ini membuka mata generasi muda terhadap teknologi lebih luas. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, poin ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, dan poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan juga tercapai dalam kegiatan ini. (*)
Reporter: Aulia Okta Wijaya
Redaktur: Syahidan Nur Habibie Ash-shidieq