
Kampus ITS, ITS News — Komitmen nyata dalam merancang kendaraan riset berperforma tinggi berskala internasional kembali dibuktikan oleh tim otomotif Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Melalui tim riset unggulannya, Tim Sapuangin ITS, secara resmi memperkenalkan jet darat teranyar bertajuk Sapuangin Speed 8 yang siap diterjunkan untuk menantang ratusan universitas terbaik dunia dalam ajang bergengsi Formula Society of Automotive Engineers (SAE) Japan 2026 yang akan digelar pada awal Agustus mendatang.
Rektor ITS Prof Dr Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menegaskan bahwa bekal pengalaman riset intensif di bengkel selama berbulan-bulan ini merupakan wadah penempaan karakter yang sangat bernilai untuk masa depan mahasiswa. Melalui riset ini, mahasiswa belajar membentuk tim dan mengelola waktu. “Sebuah pelajaran berharga yang tidak akan ditemui di dalam kelas. Lakukan yang terbaik, jaga kekompakan di negeri orang, dan mari kita kibarkan bendera Indonesia di sana,” tegas Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut memotivasi.
Senada dengan hal tersebut, Dr Ir Witantyo MEng Sc, dosen pembimbing Tim Sapuangin ITS, menambahkan bahwa kompetisi tahun ini menjadi pembuktian penting setelah sempat tertunda pada tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa mobil formula kali ini sengaja dirancang taktis untuk mengatasi keterbatasan kapasitas mesin lewat kelincahan manuver di lintasan.
Menurut dosen Departemen Teknik Mesin ITS tersebut, tantangan di Jepang sangat berat karena saingannya disokong langsung oleh manufaktur besar. Apalagi timnya turun dengan mesin 250 cc yang terhitung kecil untuk kelas ini. “Namun, dengan sirkuit Formula Student yang didesain berliku, kelemahan akselerasi itu akan kami tutupi lewat bodi kendaraan yang dibuat serincah mungkin di lapangan,” sambung pakar otomotif ITS tersebut optimistis.

Merespons dukungan penuh dari institusi serta bimbingan tersebut, peluncuran varian terbaru ini memang mencuri perhatian karena membawa perombakan arsitektur dan geometri desain yang cukup masif pada bodi luarnya. Pembaruan tersebut sengaja dirumuskan oleh tim sebagai langkah taktis untuk menaklukkan karakter sirkuit Jepang yang terkenal sangat menantang dan dipenuhi tikungan teknikal.
Langkah strategis riset pada generasi kedelapan ini lahir dari evaluasi mendalam terhadap performa mobil formula bentukan mereka pada tahun-tahun sebelumnya. Peluncuran Sapuangin Speed 8 ini menjadi momen krusial karena untuk pertama kalinya sejak 2019 tim kembali bersiap unjuk gigi di Formula SAE Japan.
General Manager ITS Team Sapuangin Chandra Iksan Suryana mengungkapkan, timnya menghadapi tantangan besar dan harus bersaing dengan tim internasional yang jauh lebih berpengalaman. “Namun, tim kami melihat ini sebagai kesempatan emas untuk membuktikan ketangguhan riset arek-arek ITS,” sambungnya mantap.
Lebih lanjut, Chandra memaparkan bahwa aspek paling mencolok dari mobil formula kali ini adalah perombakan total pada komponen aero device yang kini dilengkapi front wing dan rear wing baru. Secara visual, pembaruan ini menjadi pembeda paling kontras jika dibandingkan dengan generasi pendahulunya. Tidak hanya sektor eksterior, tim riset juga merancang ulang konstruksi sasis sepenuhnya dari nol, mengadopsi tipe mesin yang berbeda, serta melakukan kalibrasi ulang pada geometri kaki-kaki kendaraan demi kesiapan teknis yang matang.

Seluruh spesifikasi mutakhir pada mobil Sapuangin Speed 8 ini merupakan buah pemikiran kru yang didukung oleh saran taktis dari jaringan alumni Tim Sapuangin ITS. Pemangkasan berat dengan pengaplikasian material canggih composite carbon fiber pada bodi luar dirancang agar memberikan gaya tekan ke bawah (downforce) yang jauh lebih lincah dan responsif saat melahap sirkuit.
Hadirnya inovasi ramah lingkungan berkinerja tinggi ini kian menegaskan komitmen nyata ITS dalam menyokong target global Sustainable Development Goals (SDGs). Karya nyata mahasiswa ini secara aktif berkontribusi pada poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui wadah riset terapan langsung, serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi otomotif nasional. (HUMAS ITS)
Reporter: Dinda Fithriyyah