
Kampus ITS, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui inovasi teknologi. Kali ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) berbasis Produk ITS menghadirkan sistem monitoring pH berbasis Internet of Things (IoT) bagi siswa Jurusan Pengawasan Mutu Hasil Pertanian (PMHP) SMK UNITOMO Surabaya, guna mendukung transformasi pembelajaran yang lebih modern, akurat, dan aplikatif, beberapa waktu lalu.
Program bertajuk Pemberdayaan Siswa SMK UNITOMO Melalui Penerapan Sistem Monitoring pH Berbasis IoT untuk Mendukung Transformasi Pembelajaran Modern ini diketuai oleh Prof Dr Katherin Indriawati ST MT IPU, dosen Departemen Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) ITS. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh Dr Bambang Lelono Widjiantoro ST MT yang turut berkolaborasi merancang serta mengimplementasikan teknologi tersebut sebagai solusi pembelajaran praktikum di sekolah vokasi.
Melalui program ini, tim Abmas ITS membekali siswa dengan pemahaman mengenai penerapan sistem monitoring pH berbasis IoT melalui penyusunan buku panduan, demonstrasi penggunaan alat, hingga praktik langsung. Pendekatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknologi dalam kegiatan pengujian mutu hasil pertanian secara nyata.
Dalam sesi pelatihan, peserta dikenalkan pada prinsip kerja sensor pH serta proses integrasinya dengan mikrokontroler sehingga menghasilkan pengukuran yang lebih akurat dan efisien. Selanjutnya, siswa melakukan uji coba alat pada sampel bahan pangan untuk melihat secara langsung bagaimana teknologi IoT mampu meningkatkan kualitas proses praktikum.

Katherin Indriawati menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen ITS dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di sekolah vokasi melalui penerapan teknologi tepat guna. “Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat bagaimana teknologi sederhana seperti sistem IoT dapat membantu proses pengujian dengan lebih efisien dan akurat,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Bambang Lelono Widjiantoro berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus semangat berinovasi di kalangan siswa. Menurutnya, penguasaan teknologi yang relevan dengan bidang pertanian dan pengawasan mutu hasil pangan akan menjadi bekal penting bagi lulusan SMK dalam menghadapi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.
Lebih jauh, kolaborasi ITS dan SMK UNITOMO diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan teknologi tepat guna di lingkungan pendidikan vokasi. Dengan pengalaman langsung menggunakan sistem monitoring pH berbasis IoT, siswa diharapkan memiliki kompetensi yang lebih adaptif serta mampu mengembangkan inovasi serupa secara mandiri pada masa mendatang.
Melalui kegiatan Abmas ini, ITS turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Antara lain pada poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kualitas pembelajaran berbasis praktik dan literasi teknologi di sekolah vokasi. Selain itu, program ini juga mendukung SDGs poin 9 terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan mendorong penerapan inovasi teknologi tepat guna yang selaras dengan kebutuhan dunia pendidikan dan industri. (*)